Beri Kabar Dirinya Hamil, Korban Diajak Keliling Pacarnya Lalu Diperkosa dan Dianiaya
Bocah lelaki yang masih duduk di kelas 3 SMA ini langsung digiring oleh unit PPA Polresta Palembang untuk dimintai keterangannya.
Pelaku FP tak menyangka jika kekasihnya FN masih hidup setelah dirinya melakukan perbuatan bejat dan menganiaya korban.
Kasatreskrim Polrestabes Palembang, Kompol Yon D Edi Winara melalui Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA), Ipda Hendri Permana menerangkan, tersangka menganiaya dan memperkosa korban serta meninggalkan korban begitu saja.
Setelah kejadian itu, tersangka kembali ke rumah kos di Mata Merah, Palembang.
"Jadi pengakuannya, tersangka tidak terima korban mengaku hamil, sehingga melakukan penganiayaan dan pemerkosaan itu," papar Heri, Sabtu (26/10/2019).
"Tersangka juga tidak menyangka korban masih hidup," imbuhnya.
Sempat Ikut Doa Bersama
FPW dan FN, keduanya merupakan siswa SMA swasta di Kecamatan Seberang Ulu (SU) II.
Hal itu dibenarkan Kepala SMA, berinisial HL yang dibincangi di ruang kerjanya.
"Benar keduanya (korban dan tersangka) siswa SMA kami. FN siswa kelas XII, pelaku kelas XII," terang Herni.
Dilanjutkannya, sejak FN dinyatakan hilang pada Selasa (22/10/2019) lalu, orang tua FN berkali-kali datang ke sekolah menanyakan keberadaan putrinya.
Pihak sekolah juga sudah bertanya kepada FPW mengenai keberadaan FN. Karena, FPW dianggap orang dekat dan yang terakhir bersama FN.
"Tapi FPW bersumpah, dia tidak tahu di mana FN. FPW juga tetap masuk sekolah selama beberapa hari korban hilang. Bahkan hari Jumat (25/10/2019), FPW ikut doa bersama untuk korban yang digelar pihak sekolah," terang HL. (*)
Artikel ini ditulis Damanhuri telah tayang di tribunnewsbogor.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/korban-saat-hendak-dilarikan-ke-rs-bhayangkara-oleh-unit-ppa-polresta-palemban.jpg)