Hacker Asal Yogyakarta Bobol Server Perusahaan di AS, Lima Tahun Beraksi Raup Untung Rp 31,5 Miliar

Ulah hacker asal Sleman, Yogyakarta, Indonesia ini benar-benar membuat pusing perusahaan di San Antonio, Texas, Amerika Serikat (AS).

Hacker Asal Yogyakarta Bobol Server Perusahaan di AS, Lima Tahun Beraksi Raup Untung Rp 31,5 Miliar
Kompas.com/Devina Halim/Totok Wijayanto
Kepala Subdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kombes Rickynaldo Chairul (batik biru) saat konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (25/10/2019). (kanan) Sejumlah barang bukti ditunjukkan saat Kasubdirektorat II Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Komisaris Besar Rickynaldo Chairul memberikan keterangan kepada wartawan terkait penangkapan hacker di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (25/10/2019). 

TRIBUN-BALI.COM -- Ulah hacker asal Sleman, Yogyakarta, Indonesia ini benar-benar membuat pusing perusahaan di San Antonio, Texas, Amerika Serikat (AS). 

Lewat kepiawaiannya menguasai ilmu komputer, BBA (21) berhasil membobol dan meretas server perusahaan di San Antonio, Texas, AS. 

Tak main-main, selama lima tahun menjalankan aksinya BBA berhasil meraup uang dengan total Rp 31,5 miliar. 

Berikut petualangan BBA di dunia hacker yang akhirnya berhasil ditangkap Mabes Polri. 

BBA berhasil ditangkap oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri di kediamannya Sleman, Yogyakarta pada Jumat (18/10/2019).

"Ditangkap lagi main komputer di rumahnya di Sleman, Yogyakarta," ujar Kepala Subdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kombes Rickynaldo Chairul saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (26/10/2019).

Adapun barang bukti yang diamankan meliputi, laptop jinjing, dua unit ponsel, identitas pribadi, satu kartu ATM BNI, satu unit rakitan CPU, dan sebuah moge.

Modus ransomware

Berdasarkan keterangan dari kepolisian, peretasan tersebut dilakukan dengan modus serangan program jahat (virus komputer) jenis ransomware.

BBA membeli ransomware atau malware yang mampu mengambil alih kendali, yang berisi Cryptolocker di pasar gelap internet atau dark web.

Halaman
12
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved