Ini 7 Makanan Khas Bali yang Ramah Muslim, Tak Perlu Ragu Untuk Mencicipi
Makanan khas Bali memang banyak yang mengandung babi. Namun jangan salah, ada banyak makanan khas Bali yang ramah muslim (halal).
TRIBUN-BALI.COM - Berlibur rasanya tak lengkap jika tidak mencicipi makanan khas suatu daerah.
Terutama ketika berkunjung ke Bali.
Selain memiliki banyak tempat wisata, Bali juga memiliki banyak makanan khas yang sayang untuk dilewatkan.
Namun wisatawan Muslim kerap bingung atau ragu dalam menentukan pilihan makanan.
Makanan khas Bali memang banyak yang mengandung babi.
Namun jangan salah, ada banyak makanan khas Bali yang ramah muslim (halal).
Jangan khawatir, makanan jalanan atau street food ini tidak mengandung babi dan memiliki cita rasa khas lokal.
Berikut tujuh makanan jalanan atau street food yang tidak mengandung babi, layak dicoba saat berkunjung ke Pulau Dewata:
1. Rujak kuah pindang
Dinamakan rujak kuah pindang karena rujak ini disiram dengan kuah dari proses pembuatan pindang ikan.
Berbeda dengan rujak lainnya yang memiliki cita rasa manis, rujak khas Bali satu ini memiliki cita rasa yang gurih.
Buah-buahan yang digunakan untuk rujak kuah pindang antara lain jambu, kedondong, nanas, salak, mangga muda, apel, mentimun dan bengkoang.
Komposisi bumbu rujak sangat sederhana.
Terdiri dari terasi, cabai, dan kuah pindang.
Jika tidak terlalu suka rasa asin, kita bisa meminta penjualnya menambahkan gula merah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/laklak-bali_20180414_162005.jpg)