Pertama di Bali, Rumah Sakit Mata Bali Mandara Kini Sediakan Layanan Lasik
Pada awal tahun 2018, Rumah Sakit Mata Bali Mandara telah memboyong alat bedah lasik dari Jerman yang bernama Relex Smile.
Penulis: M. Firdian Sani | Editor: Meika Pestaria Tumanggor
Proses penyembuhan menjadi berbeda karena pada femto lasik luka lebih banyak dibandingkan dengan smile lasik, tetapi luka itu tidak terasa sama sekali karena dokter sebelumnya akan memberikan obat tetes yang berfungsi untuk menghilangkan rasa sakit.
Setelah operasi, keesokan harinya pasien sudah bisa melihat normal kembali dan tidak perlu memakai kacamata lagi.
"Setalah operasi, keesokan harinya itu pasien sudah bisa lepas kacamata, jadi normal kembali,"
Untuk masa pemulihan, Rusmasari menyarankan untuk menghindari mata dari air dan sinar radiasi berlebih juga menjaga mata agar tidak lelah.
"Pada masa pemulihan, mata dihindari dari air karena luka sehabis operasi akan membuat mata terinfeksi. Selain itu, mata juga harus dihindari dari sinar-sinar radiasi yang terdapat di layar smartphone atau tv," ujarnya.
"Mata tidak boleh kelelahan, jadi harus dihindari dulu nonton atau main handphone lama-lama," paparnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/relex-smile-alat-bedah-lasik-milik-rumah-sakit-mata-bali-mandara.jpg)