Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Demam Berdarah Menghantui Warga Banjar Pasdalem Gianyar, Ini yang Dilakukan Dinas Kesehatan

Dinas Kesehatan Gianyar saat ini tengah melakukan investigasi terhadap wabah DB tersebut.

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Kander Turnip
Istimewa
Kasus demam berdarah (DB) mulai melanda Kabupaten Gianyar, Bali. 

Demam Berdarah Menghantui Warga Banjar Pasdalem Gianyar, Ini yang Dilakukan Dinas Kesehatan

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Sejak akhir September hingga Oktober 2019, sebanyak 10 orang warga Banjar Pasdalem, Desa Belega, Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali, menderita Demam Berdarah (DB).

Warga setempat pun saat ini dibuat resah, lantaran belum mengetahui kondisi tersebut apa penyebabnya.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Gianyar saat ini tengah melakukan investigasi terhadap wabah DB tersebut.

Kelian Dinas Banjar Pasdalem, Kadek Karya Yasa, Jumat (1/11/2019) mengatakan, sejak sebulan lalu atau sekitar akhir September hingga saat ini, sebanyak 10 orang warganya terserang DB, dan telah mendapatkan penanganan intensif di rumah sakit.

Pihaknya belum mengetahui penyebab pasti wabah tersebut.

Terlebih lagi, diagnosa para korban yang dirawat inap di rumah sakit, tidak menyampaikan penyebab DB.

Namun pihaknya menduga, kondisi tersebut terjadi akibat virus.

Sebab tahun-tahun sebelumnya, virus DB kerap menyerang warga.

Selain itu, kondisi lingkungan banjar maupun desa setempat relatif terjaga.

Sebab kegiatan gotong royong dan pemberantasan sarang nyamuk, sudah menjadi agenda bulanan, baik di tingkat banjar maupun tingkat desa dinas.

“Sejak sebulan lalu, kurang lebih 10 orang kena. Indikasinya, mungkin karena virus. Sebab virus sering terjadi. Sementara diagnosa di RS, dikatakan cuma DB, tidak disebutkan penyebabnya. Secara lingkungan, di sini tidak ada genangan, apalagi sekarang musim kemarau. Dan, mata air di sini juga semuanya mengalir, ada irigasi persawahan. Masalah kebersihan, kami di desa adat dan di desa dinas itu tiap bulan melakukan pembersihan. PNS juga sudah rutin,” tandasnya.

Saat ini, pihaknya terus mengimbau masyarakat agar lebih intensif melakukan pembersihan lingkungan, baik lingkungan sekitar perumahan maupun lingkungan rumah.

Selain itu, pihaknya juga telah meminta bantuan pihak puskesmas supaya melakukan pemogingan.

Bahkan hingga saat ini, pogging telah dilakukan sebanyak lima kali.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved