Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Iwan Bule Terpilih Jadi Ketua Umum PSSI

Iwan Bule terpilih melalui KLB PSSI yang digelar di Hotel Shangrilla, Sabtu siang. Mochamad Iriawan resmi menjadi Ketua Umum PSSI 2019-2023.

Kompas.com
Raihan suara yang diperoleh Mochamad Iriawan saat pemilihan Ketua Umum PSSI dalam kongres luar biasa yang digelar, di Jakarta, Sabtu (11/2/2019).(DOK. MEDIA PSSI) 

Benny Erwin memulai kariernya di bidang sepak bola sebagai Wakil Bendahara Umum Persija pada 1999.

Kemudian, ia pun menjadi Manajer Suratin Cup Persija tahun 2001 dan berhasil meraih peringkat kedua. Benny menjabat sebagai Sekretaris Umum Persija pada tahun 2005-2010.

Kemudian, ia menjadi direktur utama PT Persija Jaya tahun 2008-2011.

Ia juga pernah bekerja sebagai Direktur Operasional PT Persija Jaya Jakarta pada 2011-2014.

Selain di klub, Benny Erwin juga memiliki pengalaman di Asprov PSSI DKI Jakarta.

Pada periode 2013-2016 ia menjadi Exco Asprov PSSI DKI Jakarta. Kemudian, pada 2017-2018, ia menjabat sebagai Sekjen Asprov DKI Jakarta.

Hingga kini, ia merupakan pemilik dan ketua klub Trisakti FC.

Benny pernah mencalonkan diri sebagai calon anggota komite eksekutif PSSI tahun 2016-2020.

Namun, ia gagal.

Dalam pencalonan kali ini, salah satu visi yang ingin dijalankan jika terpilih menjadi ketua PSSI adalah soal PSSI yang transparan.

5. Fary Djemi Francis

Fary Djemi Francis merupakan mantan Ketua Komisi V DPR RI periode 2009-2014 yang berasal dari Partai Gerindra.

Djemi Francis merupakan ketua Departemen Sport Inteligent PSSI periode 2016-2020.

Ia juga menjabat sebagai manajer klub Persab yang bermain di Liga 3.

Selain itu, Djemi Francis merupakan pendiri sekolah sepak bola dan akademi sepak bola Bintang Timur Atambua hingga pernah menjadi pengurus Asosiasi Kota PSSI Kupang (Nusa Tenggara Timur).

Dalam pencalonannya, ia memiliki tiga program unggulan, yaitu membangun rumah (kantor) tetap untuk PSSI, mendatangkan mantan pelatih Timnas Inggris Sven Goran Eriksson untuk menjadi Direktur Teknik Tim Nasional Indonesia, dan membangun sepak bola Indonesia yang terencana, terstruktur, dan berkesinambungan dari akar rumput.

6. Mochammad Iriawan

Komjen Pol Mohamad Irawan atau Iwan Bule saat diwawancara sejumlah wartawan terkait dukungan sejumlah Asprov dan klub sepakbola di Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (27/8/2019)
Komjen Pol Mohamad Irawan atau Iwan Bule saat diwawancara sejumlah wartawan terkait dukungan sejumlah Asprov dan klub sepakbola di Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (27/8/2019) ((KOMPAS.com/HENDRA CIPTA ))

Mochammad Iriawan atau Iwan Bule lahir di Jakarta, 31 Maret 1962.

Ia adalah perwira tinggi Polri yang menjabat sebagai Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional sejak 8 Maret 2018.

Dalam kariernya sebagia polisi, ia banyak terlibat dalam reserse kriminal.

Saat menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya, Iriawan pernah menangani kasus pembunuhan berencana pengusaha Nasrudin Zulkarnaen yang melibatkan ketua KPK saat itu, Antasari Azhar. Di bidang sepak bola, Irwan masuk ke dalam jajaran direksi PT Persib Bandung Bermartabat (PBB).

7. Rahim Soekasah

Nama Rahim Soekasah bukanlah nama baru di dunia sepak bola nasional. Rahim pernah menjadi manajer dan pelatih di klub Pelita Jaya.

Di bawahnya, Pelita Jaya berhasil memenangi kompetisi Galatama sebanyak 4 kali dari 6 musim kompetisi tersebut sebelum dibubarkan tahun 1994.

Kesuksesan di Pelita Jaya membuat Rahim Soekasah kemudian dipercaya menjadi manajer Timnas Indonesia U-23 tahun 2006 dan Ketua Badan Tim Nasional tahun 2009.

Selain itu ia juga masih menjabat sebagai Chairman Brisbane Roar, klub sepak bola di Australia.

Dalam pencalonannya sebagai Ketua Umum PSSI, salah satu janji yang diusung oleh Rahim adalah memperbaiki performa Timnas Indonesia.

8. Sarman El-Hakim

Sarman lahir pada 26 April 1966. Ia meraih gelar Sarjana Ekonomi di Universitas Pancasila dan Diploma Sastra Jepang Universitas Indonesia.

Sarman juga mengambil program ekstensi di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Dalam bidang sepak bola, ia pernah menjabat sebagai Ketua Unit Kegiatan Olahraga UI cabang sepak bola.

Ia juga membeli Klub Divisi Utama Persija Selatan yang kemudian menjadi UI Footbal Club.

Sarman terkenal sebagai Ketua Umum Masyarakat Sepak bola Indonesia (MBSI). Sebelum pencalonan kali ini, ia pernah mencalonkan diri sebagai calon Ketum, tetapi gagal di pemilihan tersebut.

9. Vijaya Fitriyasa

Vijaya Fitriyasa lebih dikenal dalam dunia bisnis sebagai pemimpin di beberapa perusahaan minyak dan gas nasional. Di bidang sepak bola, Vijaya tercatat memiliki klub yang diakui sebagai anggota Asprov DKI Jakarta, yaitu Jakarta United Football Club (JUFC). Ia juga memiliki 70 persen saham perusahaan Persis Solo, PT Persis Solo Saestu (PSS).

Dalam pencalonan sebagai Ketua PSSI kali ini, Vijaya mengungkapkan, akan menjadikan PSSI sebagai organisasi profesional dengan prinsip-prinsip Good Corporate Governance.

Sementara, untuk Timnas Indonesia, ia berjanji akan meningkatkan kualitas dan mutu dengan diawali perbaikan dari sisi kompetisi, baik Liga 1 maupun Liga 2.

10. Yesayas Oktavianus

Yesayas Oktavianus adalah seorang mantan wartawan. Ia juga pernah tergabung dalam tim perumus Dewan Sepak Bola Nasional tahun 2010. Yesayas juga tercatat sebagai anggota Komite Normalisasi PSSI tahun 2011.

Ia berjanji akan bersinergi dengan pemerintah apabila terpilih menjadi ketua PSSI. Ia juga berjanji memberdayakan pembinaan usia muda dan mengimplementasikan sport science untuk menghasilkan timnas berkualitas dan berprestasi. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Profil Singkat 10 Calon Ketua Umum PSSI", .
Penulis : Vina Fadhrotul Mukaromah
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary

Sumber: Kompas.com
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved