Gus Bota Benarkan Dewa Saraf Telah Berpulang, Begini Sosoknya di Organisasi

Berpulangnya salah satu pentolan Semeton Gus Bota (GB) Dewa Putu Ngurah alias Dewa Saraf asal Pas Dalem, Kelurahan Gianyar pada Minggu (3/11/2019)

Gus Bota Benarkan Dewa Saraf Telah Berpulang, Begini Sosoknya di Organisasi

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Berpulangnya salah satu pentolan Semeton Gus Bota (GB) Dewa Putu Ngurah alias Dewa Saraf asal Pas Dalem, Kelurahan Gianyar pada Minggu (3/11/2019) menjadi sebuah duka dimata Semeton GB seluruh Bali.

Bahkan IBagus Alit Sucipta alias Gus Bota yang juga mengucapkan belasungkawa atas berpulangnya Dewa Saraf.

Saat dihubungi Tribun-Bali, IBagus Alit Sucipta mengatakan sangat berduka atas perpulangnya sahabat perjuangannya itu.

Katanya Dewa saraf merupakan sangat baik. Bahkan dalam berorganisasi, dedikasinya dikatakan sangat tinggi.

"Beliau itu memiliki rasa persaudaraan dan kekeluargaan yang sangat tinggi. Memang bisa dilihat sebagai teladan dalam berorganisasi," katanya.

Politisi PDI Perjuangan itu juga mengatakan, dalam berorganisasi Dewa saraf bisa merangkul dan mengayomi teman-teman, sehingga rasa kekeluargaan selalu terjalin.

Disinggung mengenai kenangan yang tak bisa dilupangan bersama Dewa Saraf, Politisi Asal Sading, Badung itu mengaku semua semeton adalah sama, tidak ada beda.

"Semua sama tapi yang bisa saya garis bawahi, kesetiaan beliau sangat-sangat luar biasa dalam berdedikasi dalam hal organisasi," ungkapnya.

Lanjut Gus Bota mengatakan, kabar duka itu didengarnya siang hari.

"Beliau meninggal karna sakit diabetes dan jatung. Sudah lama komplikasi dan keluar masuk rumah sakit," bebernya.

"Jenazahnya masih di rumah sakit, saya masih menunggu kabar kapan akan dibawa pulang," ungkapnya. (*)

Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved