Berita Nasional
Inflasi Capai 0,28 Persen, BPS Catat Harga Pangan dan BBM Jadi Pemicu
BPS mencatat komoditas pangan pokok tersebut menjadi salah satu penyumbang inflasi terbesar
TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Laju inflasi pada Mei 2026 kembali meningkat dibanding bulan sebelumnya. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sebesar 0,28 persen secara bulanan (month to month/mtm) pada Mei 2026.
Realisasi itu lebih tinggi dibandingkan inflasi April 2026 yang sebesar 0,13 persen.
Secara tahunan (year on year/yoy), inflasi Mei 2026 tercatat sebesar 3,08 persen.
Sementara itu, inflasi tahun kalender (year to date/ytd) mencapai 1,35 persen per Mei 2026.
Baca juga: Koperasi Merah Putih Didorong Jadi Penyalur Resmi Beras dan Elpiji di Desa
Kenaikan harga beras menjadi salah satu faktor utama yang mendorong inflasi pada Mei 2026 yang sebesar 0,28 persen secara bulanan (month to month/mtm) dan 3,08 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat komoditas pangan pokok tersebut menjadi salah satu penyumbang inflasi terbesar baik secara bulanan maupun tahunan.
“Pada Mei 2026 terjadi inflasi sebesar 0,28 persen secara bulanan atau month to month (mtm), atau terjadi kenaikan indeks harga konsumen dari 111,09 pada April 2026 menjadi 111,40 pada Mei 2026,” ujar Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini dalam konferensi pers, Selasa 2 Juni 2026.
“Komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau di antaranya adalah cabai merah, minyak goreng, bawang merah, tomat, dan beras,” jelas Pudji.
Lebih lanjut Pudji mengatakan, kenaikan inflasi tersebut terutama didorong oleh meningkatnya harga sejumlah komoditas pangan, seperti cabai merah, minyak goreng, dan bawang merah, meskipun tekanan harga pasca Ramadan dan Idulfitri mulai berangsur normal.
BPS mencatat, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan tingkat inflasi 0,39 persen dan andil terhadap inflasi umum sebesar 0,12 persen.
Komoditas yang paling dominan mendorong inflasi pada kelompok tersebut adalah cabai merah dengan andil inflasi sebesar 0,08 persen.
Selanjutnya, minyak goreng dan bawang merah masing-masing menyumbang inflasi sebesar 0,04 persen.
Selain itu, tomat memberikan andil inflasi sebesar 0,03 persen, sedangkan beras menyumbang inflasi sebesar 0,02 persen.
Tidak hanya dari kelompok pangan, inflasi juga didorong oleh kenaikan harga bahan bakar rumah tangga (LPG dan BBM Non Subsidi) yang memberikan andil inflasi sebesar 0,03 persen.
Kemudian bensin dan tarif angkutan udara masing-masing memberikan andil inflasi sebesar 0,02 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Inflasi-Capai-028-Persen-BPS-Catat-Harga-Pangan-dan-BBM-Jadi-Pemicu.jpg)