Kisah Para Lansia yang Sibuk Mencari Malaikat Pencabut Nyawa

"Old Men Never Die" (Piremard’ha Nemimirand) tidak menampilkan tokoh-tokoh utama yang muda dan berparas menawan,

Kisah Para Lansia yang Sibuk Mencari Malaikat Pencabut Nyawa
HO
Old Men Never Die 

TRIBUN-BALI.COM - "Old Men Never Die" (Piremard’ha Nemimirand) tidak menampilkan tokoh-tokoh utama yang muda dan berparas menawan, melainkan sekumpulan kakek-kakek keriput yang sibuk mencari malaikat Izrail si pencabut nyawa karena telah mengabaikan mereka selama bertahun-tahun.

"Ini semua gara-gara Aslan!" ujar para kakek bangkot, menyalahkan satu anggota geng mereka yang dicap membawa "sial" karena sejak pindah ke desa mereka 45 tahun lalu, angka harapan hidup meningkat drastis.

Bahkan tak ada orang yang meninggal sama sekali.

Salah satu dari geng itu kesal karena Aslan membuat bisnisnya sebagai penyelenggara pemakaman jadi bangkrut.

Sementara Aslan (Nader Mahdilou) menyalahkan fenomena aneh bin ajaib ini pada masa lalunya sebagai tukang jagal.

Ia telah menghabisi nyawa begitu banyak orang sampai dicoret dari daftar kunjungan si pencabut nyawa.

Masa lalunya itu juga yang mendorongnya pindah ke desa tersebut, karena khawatir menghadapi kemarahan keluarga orang-orang yang telah ia cabut nyawanya.

Pelaku Pembacokan Berdarah di Kerobokan Ternyata Kakak Beradik, Tiga Korban Bersimbah Darah

Inilah 20 Maskapai Penerbangan Terbaik di Dunia, 10 Posisi Teratas Diduduki Maskapai Asia

Kakek-kakek ini, kalau tidak nongkrong di sebuah kedai teh untuk melihat Sara (Neda Haghshenas), perempuan muda yang jadi oase di desa penuh warga uzur, sibuk berdiskusi mencari cara untuk bunuh diri sambil berendam di pemandian.

Keinginan mereka untuk mengakhiri hidup yang terlalu lama dihalangi oleh tentara-tentara yang ditugasi pemerintah untuk menjaga agar para lansia tengil itu tetap sehat walafiat.

"Waktu muda kita tidak menikah, mungkin ini alasan Tuhan marah pada kita," ujar salah satu kakek yang menganggap umur panjang sebagai bentuk hukuman Tuhan padanya.

Halaman
123
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved