BPBD Imbau Warga Waspada Musim Hujan, Mulai Bersihkan Saluran Drainase

BPBD Tabanan mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu waspada karena musim hujan sudah tiba

BPBD Imbau Warga Waspada Musim Hujan, Mulai Bersihkan Saluran Drainase
Tribun Bali / I Wayan Erwin Widyaswara
Ilustrasi hujan. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu waspada karena musim hujan sudah tiba.

Sesuai pengalaman sebelumnya, terjadi banyak bencana seperti pohon tumbang hingga tanah longsor.

Sejak bulan Januari hingga September tahun 2019, jumlah bencana alam yang terjadi di Tabanan sebanyak 128 kejadian.

Dari total kejadian tersebut, bencana alam didominasi oleh pohon tumbang, tanah longsor, hingga kebakabaran bangunan, hutan, dan lahan.

"Saya sudah bersurat ke camat dan ditembuskan ke seluruh OPD (dinas) untuk menghimbau masyarakat waspada. Datangnya musim memang menjadi awal kemudian terjadi bencana banjir, tanah longsor, pohon tumbang termasuk angin kencang," ujar Kepala BPBD Tabanan, I Gusti Ngurah Made Sucita, Minggu (3/11/2019).

Kerugian yang ditimbulkan akibat bencana alam selama sembilan bulan ini mencapai Rp 8,9 miliar lebih.

Rinciannya, peristiwa terbanyak terjadi pada bulan Januari sebanyak 32 kejadian, Februari 24 kejadian, Maret 13 kejadian, di bulan April meningkat 28 kejadian, Mei 6 kejadian, Juni sebanyak 6 kejadian, Juli 6 kejadian, Agustus 4 kejadian, dan 9 kejadian terjadi di bulan September.

Ia mengimbau masyarakat mulai membersihkan saluran drainase agar tidak menyebabkan air meluap atau meluber ke jalan.

Karena masih banyak ditemukan banyak got yang mampet karena tak dibersihkan.

Sucita menyebutkan, ada beberapa kecamatan terutama di wilayah yang berbatasan dengan gunung seperti Baturiti, Penebel, Pupuan dan sebagian Selemadeg sangat rawan terjadi bencana tanah longsor.

Selain itu, di sepanjang jalur utama Denpasar Gilimanuk dan Denpasar Singaraja juga rawan terjadi pohon tumbang.

Sebab, sering terjadi hujan deras disertai angin kencang. Mengantisipasi hal tersebut, pihaknya sudah melakukan pemangkasan pohon perindang di pinggir jalan.

"Kami tidak melakukan sendiri, ada tiga rekanan di Baturiti Tabanan dan Bonian (Selemadeg), mereka memangkas pohon perindang, kayunya mereka ambil sehingga tidak harus membayar,” jelasnya. (*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved