Bus Apron Memercikan Api di Bandara Ngurah Rai, Begini Langkah Penanganan Otban Wilayah Bali

Percikan api dari APB Sriwijaya Air nomor lambung B 301 dengan plat nomor apron PLATFORM SRIWIJAYA 003 berhasil dipadamkan dengan cepat.

Bus Apron Memercikan Api di Bandara Ngurah Rai, Begini Langkah Penanganan Otban Wilayah Bali
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Pesawat Sriwijaya Air 

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Mesin bagian belakang APB (apron passenger bus) milik Sriwijaya Air mengeluarkan asap dan memercikkan api di depan Parking Stand No 12 Bandara I Gusti Ngurah Rai, Senin (4/11/2019) pagi.

Percikan api dari APB Sriwijaya Air nomor lambung B 301 dengan plat nomor apron PLATFORM SRIWIJAYA 003 berhasil dipadamkan dengan cepat.

"Bagian belakang bus memercikan api tapi tidak sampai bus terbakar. Kejadian sekitar pukul 08.45 Wita pagi tadi," jelas Communication and Legal Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Arie Ahsanurrohim.

Dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa dan percikan api bisa dipadamkan dengan Firex atau APAR dengan cepat.

Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah IV Bali, Elfi Amir dikonfirmasi terpisah menyampaikan mengenai penanganan percikan api di APB (apron passenger bus) Sriwijaya Air sudah sesuai SOP dan langsung dipadamkan menggunakan APAR (alat pemadam api ringan) dan langsung mati percikannya.

Mengenai langkah investigasi, Elfi menyatakan tentu akan melakukan investigasi terkait peristiwa ini.

“Iya pasti. Untuk investigasi pasti orang orang terlibat dimintai keterangan. Tapi percikan ini masalah Minor tapi tetap kita jadikan mitigasi agar tidak terulang. Tetap masuk kategori Hazard,” ungkapnya.

Apakah APB Sriwijaya Air ini telah berumur dan sebelumnya APB Gapura Angkasa juga sempat terbakar bahkan menghanguskan bus dan bagaimana langkah dari Otban?

Ia mengatakan pihaknya akan melakukan pembatasan umur kendaraan agar kejadian serupa seperti ini tidak terulang lagi.

“Kami akan konsultaskan ke Dirjen Perhubungan Udara dan Direktur Bandar Udara, untuk pembatasan umur kendaraan agar tidak lebih dari sepuluh tahun khusus di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai,” paparnya. (*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Meika Pestaria Tumanggor
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved