Dikerjakan Tahun Depan, Perbaikan Dua Dermaga di Wilayah Danau Batur Telan Anggaran Rp 10 Miliar

Dua dermaga penyeberangan di wilayah Danau Batur, yaitu Dermaga Kedisan dan Dermaga Objek Kuburan Terunyan akan diperbaiki tahun 2020

Dikerjakan Tahun Depan, Perbaikan Dua Dermaga di Wilayah Danau Batur Telan Anggaran Rp 10 Miliar
Tribun Bali/Fredey Mercury
Kondisi Dermaga Kedisan, Sabtu (2/11/2019). Dermaga ini tampak rusak dan akan diperbaiki tahun depan. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Dua dermaga penyeberangan di wilayah Danau Batur rencananya akan diperbaiki tahun depan. Anggaran untuk merevitalisasi dua dermaga tersebut mencapai Rp 10 miliar.

Ihwal rencana revitalisasi ini, Kepala Dinas Perhubungan Bangli I Gede Arta mengatakan sejatinya pihaknya mengusulkan perbaikan lima dermaga ke Kementerian Perhubungan.

Di antaranya Dermaga Kedisan, Dermaga Objek Kuburan Terunyan, Dermaga Desa Terunyan, Dermaga Songan, dan Dermaga Toya Bungkah.

Namun hanya dua yang diputuskan untuk direvitalisasi. Di antaranya Dermaga Kedisan dan Dermaga Objek Kuburan Terunyan.

“Pertimbangan kami karena dua dermaga tersebut merupakan penunjang pariwisata. Sebab itu kami prioritaskan untuk revitalisasi,” ungkap Gede Arta, Senin (4/11/2019).

Ia mengatakan, revitalisasi dua dermaga itu dilaksanakan pada tahun 2020.

Ia berani memastikan karena telah berkunjung ke Kementerian Perhubungan belum lama ini.

Demikian juga pihak kementerian sebelumnya juga sempat melakukan survei ke lapangan.

“Kementerian menjanjikan akan membantu revitalisasi dermaga dengan memberi anggaran sebesar Rp 10 miliar. Jadi anggaran perbaikan masing-masing dermaga itu sebesar Rp 5 miliar,” ucapnya.

Kata Gede Arta, revitalisasi nantinya sesuai dengan Detail Engineering Design (DED) yang telah dibuat.

Yakni dengan menggunakan konsep kombinasi antara dermaga konvensional dan dermaga apung, sebagai upaya antisipasi pasang-surut air danau.

Ia berharap tiga dermaga lainnya yang belum bisa direvitalisasi di tahun 2020, dibantu oleh Kementerian Perhubungan di tahun 2021.

“Polanya kombinasi. Jadi ada yang permanen diikuti dengan dermaga apung," ujarnya.

"Ke depannya sejumlah dermaga masih tetap bisa berfungsi saat air Danau Batur pasang maupun surut. Mengenai dermaga lainnya, kami akan berjuang kembali sehingga pusat dapat membantu untuk revitalisasi tiga dermaga itu,” sambungnya. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved