Kurangi Timbunan Sampah Plastik, Bulan Depan Seluruh SKPD di Buleleng Wajib Bentuk Bank Sampah

Seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Buleleng mulai bulan depan diwajibkan untuk membentuk Bank Sampah.

Kurangi Timbunan Sampah Plastik, Bulan Depan Seluruh SKPD di Buleleng Wajib Bentuk Bank Sampah
Tribun Bali/Prima
Infografis Timbunan Sampah di Bali. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Buleleng mulai bulan depan diwajibkan untuk membentuk Bank Sampah.

Ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengurangi timbunan sampah plastik.

Rencana ini pun akan segera disosialisasikan pada Rabu (6/11/2019) mendatang.

Asisten Bidang Ekonomi, Pembangunam dan Kesejahteraan Rakyat Setda Buleleng, Ni Made Rousmini ditemui di ruang kerjanya Senin (4/11/2019) mengatakan, setelah Bank Sampah terbentuk di masing-masing SKPD, maka nasabahnya ialah Aparatur Sipil Negara (ASN).

Para pegawai nantinya diwajibkan membawa sampah plastik yang dikumpulkan di rumahnya masing-masing.

Pengumpulan sampah ini nantinya dilakukan setiap hari Jumat. Bila sudah terkumpul, baru lah dibawa ke Bank Sampah Induk milik Dinas Lingkungan Hidup Buleleng.

Terkait pengelola Bank Sampah, sebut Rousmini dapat dilakukan oleh para pegawai kontrak maupun cleaning service di masing-masing SKPD.

"Ini nanti bisa menambah pendapatan dan membuka lapangan kerja. Jika ini sudah dilakukan saya yakin pengurangan sampah plastik di Kabupaten Buleleng sangat bisa kita lakukan," ucapnya.

Sementara untuk tempat penampungannya, sebut Rousmini tidak membutuhkan ruang yang luas.

Bila sampah sudah terkumpul, akan segera diambil oleh unit Bank Sampah Induk milik DLH Buleleng.

"Secepatnya sudah bisa direalisasikan. Bulan depan lah. Tinggal tunjuk ketua, sekretarisnya siapa. Manfaatkan tenaga-tenaga kontrak. ASN yang sudah menyetorkan sampah nanti dapat buku tabungan. Nanti ditimbang per kilonya berapa, soal harga itu ranahnya DLH," terangnya.

Selain itu, pada 2020 mendatang, seluruh kegiatan makan-minum di masing-masing SKPD juga diwajibkan untuk tidak lagi menggunakan bahan yang terbuat dari plastik.

Seluruh pegawai nantinya diimbau untuk membawa botol air minum sendiri.

"Pakai yang ramah lingkungan lah. Pelan-pelan kita coba dengan langkah-langkah ini," tutupnya. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved