Penampakan Devil Tears Nusa Penida Setelah Rampung Dipagari Kayu dan Tambang

Kepala Dinas Pariwisata Klungkung I Nengah Sukasta menjelaskan, total titik rawan di destinasi devil tears sepanjang sekitar 200 meter.

Penampakan Devil Tears Nusa Penida Setelah Rampung Dipagari Kayu dan Tambang
TRIBUN BALI/EKA MITA SUPUTRA
Sejumlah wisatawan saat menikmati cipratan gelombang di tebing Devil Tears di Nusa Lembongan, beberapa waktu lalu. Destinasi wisata ini dianggap sangat berbahaya, karena kerap memakan koban jiwa . 

Penampakan Devil Tears Nusa Penida Setelah Rampung Dipagari Kayu dan Tambang

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Pemkab Klungkung pada perubahan 2019, kembali menganggarkan pemasangan pagar pengaman di objek wisata Devil Tears Lembongan.

Dengan langkah ini, titik-titik rawan yang kerap menjadi TKP kecelakaan bagi wisatawan sudah terpagari sepenuhnya.

Kepala Dinas Pariwisata Klungkung I Nengah Sukasta menjelaskan, total titik rawan di destinasi devil tears sepanjang sekitar 200 meter.

Titik rawan tersebut berupa tebing terjal, yang kerap menjadi lokasi wisatawan untuk berswafoto.

"Kami sementara pasangi pagar pada titik-titik yang kerap terjadi kecelakaan, itu panjangnya totalnya sekitar 200 meter," ujar Nengah Sukasta, Rabu (6/11/2019).

Risa Santoso Rektor Temuda di Usia 27 Tahun, Ini Jejak Digitalnya

Live Streaming TV Online OChannel PSM Makassar vs Kalteng Putra

Live Streaming PSS Sleman vs Bali United, Ini Starting Kedua Tim

Pemkab Klungkung pada perubahan 2019,  kembali menganggarkan pemasangan pagar pengaman di objek wisata Devil Tears Lembongan. Dengan langkah ini, titik-titik rawan yang kerap menjadi TKP kecelakaan bagi wisatawan sudah terpagari sepenuhnya.
Pemkab Klungkung pada perubahan 2019, kembali menganggarkan pemasangan pagar pengaman di objek wisata Devil Tears Lembongan. Dengan langkah ini, titik-titik rawan yang kerap menjadi TKP kecelakaan bagi wisatawan sudah terpagari sepenuhnya. (dokumentasi pemkab klungkung)

Tahap pertama, atau pada anggaran induk 2019 telah dipasang pagar pengaman didestinasi tersebut, sepanjang 120 meter dengan anggaran Rp 70 juta.

Pagar tersebut sudah rampung dipasang, dengan bahan kayu ulin dan tambang.

Pagar ini nantinya untuk mengalangi wisatawan mengambil foto terlalu dekat dengan bibir tebing, yang kerap kali menyebabkan kecelakaan.

"Selain itu, papan peringatan juga tetap kami pasang. Sehingga wisatawan menghindari titik-titik rawan," ungkap Sukasta. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved