Agar Tak Timbul Kecemburuan, Ketua PGRI Usulkan Kenaikan Tunjangan Kepala SD-SMP

Ketua PGRI Bali mengusulkan tunjangan kepala SD dan SMP negeri juga perlu dinaikkan agar tidak menimbulkan kecemburuan

Agar Tak Timbul Kecemburuan, Ketua PGRI Usulkan Kenaikan Tunjangan Kepala SD-SMP
Tribun Bali/Wema Satyadinata
Ketua PGRI Wilayah Bali, I Gede Wenten Aryasudha. Agar Tak Timbul Kecemburuan, Ketua PGRI Usulkan Kenaikan Tunjangan Kepala SD-SMP 

Agar Tak Timbul Kecemburuan, Ketua PGRI Usulkan Kenaikan Tunjangan Kepala SD-SMP

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Wilayah Bali, I Gede Wenten Aryasudha, mengapresiasi keputusan Gubernur Bali I Wayan Koster menaikkan tunjangan kepala SMA, SMK, dan SLB Negeri menjadi Rp 6.250.000 mulai 1 Oktober 2019.

Namun, dia mengusulkan tunjangan kepala SD dan SMP negeri juga perlu dinaikkan agar tidak menimbulkan kecemburuan.

“Peningkatan kinerjanya dituntut, maka kesejahteraannya juga harus ditingkatkan,” kata Wenten kepada Tribun Bali di Denpasar, Bali, Rabu (6/11/2019).

Meskipun SD dan SMP negeri bukan merupakan wewenang Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali, namun menurut Wenten, pemprov bisa berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota.

Besarnya tidak perlu sama, tetapi ada kemiripan dengan tunjangan kepala SMA/SMK.

“Di SD lebih berat lagi tugasnya (kepala sekolah, red), kadang-kadang gurunya hanya empat orang sehingga kepala sekolah juga merangkap sebagai guru,” ujarnya.

Kekurangan tenaga guru terjadi, kata dia, karena banyak guru yang memasuki masa pensiun.

Ditambah lagi Pemerintah Pusat melarang pengangkatan guru honor.

Hal ini  menjadi persoalan besar yang dihadapi daerah ketika ingin memajukan pendidikan.

Halaman
1234
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved