Lokasi TPS di Badung Belum Jelas, Tapi Kini Sudah Menyebar Isu di Medsos

Pihak desa tidak mengetahui secara pasti informasi pembangunan TPS tersebut, lantaran isunya sudah beredar di media sosial (medsos).

Lokasi TPS di Badung Belum Jelas, Tapi Kini Sudah Menyebar Isu di Medsos
Tribun Bali/ Eurazmy
Sejumlah kendaraan truk pengangkut sampah areal Denpasar tampak mulai antre untuk membuang sampah di TPA Suwung, Selasa (29/10/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA –  Pemkab Badung hingga kini masih belum memutuskan lokasi tempat Pembuangan akhir (TPA) sampah pasca penutupan TPA Suwung, Denpasar.

Sejumlah lokasi yang bakal dibangun di wilayah Badung semua ditolak warga sekitar. Seperti misalnya di Desa Sobangan, juga ditolak warga dengan alasan tanah yang akan dibangun TPS masih produktif serta dekat dengan area yang disakralkan.

Bendesa Adat Sobangan, Made Oka Suarya saat ditemui dirumahnya Rabu (6/11/2019) tidak mau berkomentar banyak perihal tersebut. Pasalnya rencana TPS belum diketahui lokasi persisnya.

Selain itu juga, hingga saat ini tidak ada surat resmi yang mengatakan di Desa Sobangan akan dibangun TPS. “Saya tidak bisa berkomentar banyak karena tidak ada surat dan pemberitahuan secara resmi,” katanya.

Hanya saja pihaknya membenarkan jika ratusan warga telah melakukan penolakan dan mendatangi kantor desa. “Penolakan yang dilakukan itu secara spontanitas, kemarin (dua hari lalu) saya diundang rapat sama kepala desa. Datanglah warga dengan melakukan penolakan. Itu pun menurut informasi yang saya dapat penolakan itu lantaran ada isu akan dibangun TPS di Sobangan,” jelasnya.

Pihaknya mengaku tidak mengetahi secara pasti informasi pembangunan TPS tersebut, lantaran isunya jika dibangun di Sobangan sudah beredar di media sosial (medsos). “Untuk lokasinya pun saya tidak tahu, yang beredar isunya (di medsos) akan dibangun di Sobangan. Jadi pikiran masyarakat TPS itu seperti di Suwung,” bebernya.

Ia mengaku, jika di wilayah Sobangan banyak beji yang disakralkan warga setempat. Sehingga jika terdapat TPS bisa mempengaruhi lingkungan di desa tersebut.(*)

Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Huda Miftachul Huda
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved