Polres Bangli Tindak 920 Pelanggar Lalu Lintas dalam Dua Pekan

Dua pekan berlalu pasca dimulainya operasi zebra, total 920 pelanggar berhasil ditindak Polres Bangli.

Polres Bangli Tindak 920 Pelanggar Lalu Lintas dalam Dua Pekan
Tribun Bali/Fredey Mercury
Dok. Tribun Bali - Satlantas Polres Bangli ketika melakukan operasi zebra di wilayah Jalan Nusantara, Bangli, Senin (28/10/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Dua pekan berlalu pasca dimulainya operasi zebra, total 920 pelanggar berhasil ditindak Polres Bangli.

Usut punya usut, jumlah tersebut ternyata mengalami peningkatan sebanyak 9 persen dari jumlah pelanggar tahun sebelumnya.

Kasatlantas Polres Bangli, AKP Sona, Rabu (6/11/2019) membenarkan adanya kenaikan jumlah pelanggar dibandingkan tahun lalu.

Pada tahun 2018, jumlah pelanggar yang ditilang mencapai 850. Sedangkan pada tahun 2019, jumlahnya meningkat menjadi 920 pelanggar.

“Ini merupakan data kumulatif selama pelaksanaan operasi zebra agung sejak 23 Oktober hingga 5 November. Dari jumlahnya, ada peningkatan penindakan sebesar 9 persen, atau sebanyak 70 tilang. Kebanyakan pelanggar merupakan pekerja swasta berusia produktif, dengan rentang usia 20 hingga 45 tahun,” jelasnya.

Kasatlantas menambahkan, jenis pelanggaran terbanyak yakni pengendara tanpa STNK dan tanpa SIM. Masing-masing terdata 334 pelanggar dan 311 pelanggar.

Terbanyak selanjutnya yakni pengendara dibawah umur dengan 76 pelanggar, tanpa helm 69 pelanggar, tidak mengenakan sabuk keselamatan 68 pelanggar, dan melawan arus sebanyak 61 pelanggar.

AKP Sona menambahkan, kasus kecelakaan dalam operasi zebra tahun ini juga mengalami peningkatan sebanyak 100 persen dibandingkan tahun lalu.

Kendati demikian, pihaknya menegaskan kecelakaan yang terjadi diluar dari zona yang menjadi target operasi.

“Tercatat ada dua kali kecelakaan lalu lintas. Sedangkan pada tahun 2018, nihil terjadi laka lantas. Adapun musibah kecelakaan yang terjadi tidak menyebabkan korban jiwa,” ujarnya.

Sementara Kapolres Bangli AKBP Agus Tri Waluyo mengatakan penindakan bagi para pelanggar lalulintas, merupakan bentuk penegakan hukum kepada masyarakat.

Tujuannya untuk menimbulkan efek jera dari para pelanggar.

“Penindakan yang dilakukan ini sebagai upaya untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalulintas, selain itu untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan dalam berlalu lintas,” tandasnya. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved