Smart Woman
Maria Harfanti, Runner Up Miss World 2015 Aktif "Bangun Sekolah" di Desa Tertinggal
Perempuan muda yang merupakan Miss Indonesia 2015 serta Runner Up Miss World 2015 ini kini aktif di yayasan yang dibangunnya sejak 2018
Penulis: Karsiani Putri | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM - Masihkah Tribunners mengingat sosok Maria Harfanti? Perempuan muda yang merupakan Miss Indonesia 2015 serta Runner Up Miss World 2015 ini kini aktif di yayasan yang dibangunnya sejak tahun 2018.
Yayasan tersebut diberi nama Yayasan Bangun Sekolah dengan semangat ingin membangun Sumber Daya Manusia di sekolah-sekolah daerah tertinggal.
Adapun dua program utama yang dikembangkan yayasan ini adalah pengenalan teknologi dan character building training.
Hingga kini, sudah ada tiga sekolah yang didampingi oleh yayasan ini di antaranya SDN Gunungsari 02 Citeureup Bogor, SMP Insan Muda Mulia Pandeglang dan MI Nurul Falah Legok Tangerang.
“Latar belakang saya mendirikan yayasan ini adalah karena keperihatinan saya melihat kualitas pendidikan di desa dan di kota begitu timpang dan ketimpangan utama yang saya lihat itu adalah dari teknologi dan karakter anak-anak di desa."
"Anak-anak tersebut cenderung minder, tertutup dan tidak seaktif anak-anak di kota dan saya ingin membangkitkan anak-anak di desa bahwa mereka juga bisa menggapai cita-cita mereka seperti anak-anak di kota,” ujar Maria Harfanti.
• Liverpool vs Man City: Pep Guardiola Minta Semua Berjuang Sampai Akhir
• Pertunjukan Teater Hingga Lomba Cipta Puisi, Berikut Agenda Seni di Bali Seminggu ke Depan
Berlandaskan semangat itulah ia membangun yayasan yang berfokus untuk peningkatan kualitas pendidikan di daerah tertinggal melalui peningkatan kapasitas SDM, perbaikan kapasitas SDM, dan tentunya revitalisasi infrastruktur.
Ketika dihubungi Tribun Bali, Maria pun menuturkan seperti apa pelaksanaan program yayasan tersebut.
Pada program pertama yakni pengenalan teknologi, anak-anak Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama diajak untuk mengenal bagaimana cara kerja dan penggunaan komputer.
Serta dalam program ini pula, siswa SMP diajak untuk mengikuti simulasi UNBK.
Sedangkan untuk program kedua yaitu character building training, siswa didorong untuk memiliki kepercayaan diri yang tinggi, berani dan aktif.
Nantinya, di tahun 2020 akan ada program keterampilan berbahasa Inggris bagi siswa-siswi.
“Jadi, saya melihat ada tiga ketimpangan yakni dari sisi teknologi, karakter anak, dan keterampilan mereka dalam berbahasa asing. Tiga ketimpangan ini adalah ketimpangan yang saya lihat sendiri dengan observasi dan riset."
"Namun, pasti masih ada ketimpangan-ketimpangan lainnya. Nantinya, saya akan coba terus explore dan pastinya terus mengembangkan program dari yayasan ini,” ungkapnya.
Maria juga menuturkan bahwa pada Desember 2019 nantinya, Yayasan Bangun Sekolah akan mengikuti Festival Relawan yang di mana akan ada showcase mengenai program yayasan dan Maria akan menjadi pembicara dalam acara tersebut.
• Perhitungan Wariga, Ini Jatah untuk yang Lahir Minggu Wage Wayang
• Jadwal Live Streaming Hari Ini, Ada Laga PSM, Big Match Liga Inggris, dan Garuda Muda Live RCTI
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/maria-harfanti-2.jpg)