Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Bagaimana Definisi Bahagia Menurut Anda? Kenali Tiga Jenis Kebahagiaan Ini

secara umum kebahagiaan bisa dibagi menjadi tiga yaitu kebahagiaan fisik, kebahagiaan emosi, dan kebahagiaan dalam memaknai kehidupan.

Tayang:
Penulis: Wema Satya Dinata | Editor: Widyartha Suryawan
Gambar oleh rawpixel dari Pixabay
Ilustrasi bahagia 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Setiap orang ingin bahagia. Setiap orang memiliki definisi bahagianya masing-masing.

Namun, secara umum kebahagiaan bisa dibagi menjadi tiga yaitu kebahagiaan fisik, kebahagiaan emosi, dan kebahagiaan dalam memaknai kehidupan.

Hal itu diungkapkan oleh motivator muda Indonesia Edvan M. Kautsar, dalam seminar motivasi Change Management yang digelar Pemprov Bali di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Provinsi Bali, Sabtu (16/11/2019).

Menurut Edvan, kebahagiaan fisik dan kebahagiaan emosi jangka waktunya terbatas, sedangkan orang yang mendapat kebahagiaan karena memaknai kehidupannya maka dapat dirasakan dalam waktu yang lama. 

Contoh dari kebahagiaan fisik, misalnya berapa lama seseorang bahagia ketika membeli mobil baru atau berapa lama merasa bahagia ketika naik jabatan.

Ketika baru bekerja mungkin seseorang akan bahagia, setelah sebulan atau dua bulan, tugas semakin banyak, perubahan besar, kewajiban dan tanggung jawab semakin berat, kebahagiaan itu pun menjadi hilang.

“Oleh karena itu, kalau bekerja hanya mencari kebahagiaan fisik maka kebahagiaan yang didapat waktunya pasti terbatas,” jelas Edvan.

Motivator muda Indonesia Edvan M. Kautsar jadi pembicara dalam seminar motivasi Change Management yang digelar Pemprov Bali, di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Provinsi Bali, Sabtu (16/11/2019).
Motivator muda Indonesia Edvan M. Kautsar jadi pembicara dalam seminar motivasi Change Management yang digelar Pemprov Bali, di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Provinsi Bali, Sabtu (16/11/2019). (TRIBUN BALI/ WEMA SATYADINATA)

Kedua, kebahagiaan emosi, contohnya ketika seseorang dipuji, dihargai dan dihormati.

Sayangnya, penelitian dari Kementerian Kesehatan menemukan 1 dari 5 penduduk Indonesia menderita gangguan jiwa, dari tingkat yang paling rendah sampai tingkat yang paling tinggi.

Tingkat yang paling rendah biasanya ada di kantor-kantor.

Orang itu biasanya mempunyai penyakit ‘susah melihat orang senang, senang melihat orang susah’

Ketiga, kebahagiaan dalam memaknai sesuatu dalam kehidupan.

Contohnya, orang yang bekerja sebagai penjaga pintu tol.

Dia merasa bermanfaat bagi sesama walaupun dengan penghasilan yang terbatas.

“Ketika seseorang tahu hikmah di balik kehidupannya, maka orang itu akan merasa menjadi orang yang paling bahagia,” imbuhnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved