Bali United
Israel Wamiau Dihukum Komdis PSSI, Tendang Bagian Vital Stefano Lilipaly
Komisi Disiplin (Komdis) PSSI mengambil langkah tegas terhadap bek Persipura Jayapura Israel Israel Wamiau.
Penulis: Marianus Seran | Editor: Alfonsius Alfianus Nggubhu
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Komisi Disiplin (Komdis) PSSI mengambil langkah tegas terhadap bek Persipura Jayapura Israel Israel Wamiau.
Ia merupakan penendang bagian vital penyerang Bali United Stefano Lilipaly pada laga pekan 17 Liga I Indonesia 2019 yang digelar di Stadion Delta Sidoarjo, Jawa Timur, 11 November 2019.
• Leonard Tupamahu Komentari Masalah Wasit di Indonesia, Hanya Bisa Berdoa
• Bali United Kehilangan Sejumlah Pemain Jelang Kontra PSM Makassar, Leo Tupamahu Siap Main
• Mursam dan 2 Haji yang Tewas, Dituding Punya Ilmu Santet, Pria 64 Tahun Berakhir Tragis
• Kerugian Akibat Gempa Buleleng Mencapai Rp 1,6 M, Bagaimana Nasib Warga Miskin yang Jadi Korban?
Israel dilarang bermain sebanyak empat laga bersama Persipura Jayapura dan ditambah denda uang Rp 20 juta.
Hukuman Komdis ini dirilis PSSI pada Jumat (15/11/2019) lalu. Dan mulai diberlakukan pada laga pekan 28 Liga I Indonesia 2019.
Sebelumnya, Stefano Lilipaly mengakui pelanggaran yang terjadi menimpa dirinya saat laga kontra Persipura Jayapura Israel Wamiau cukup berbahaya.
Kronologisnya, saat laga di Gelora Delta Sidoarjo Jawa Timur, menit 20 kepala bagian belakang Lilipaly ditinju kiper Persipura Jayapura Dede Sulaiman saat duel udara.
Sementara itu, menit 60 Israel Wamiau mengangkat lutut untuk menahan laju Lilipaly, yang tepat mengenai bagian vital Lilipaly.
Fano waktu itu, berlari dengan kecepatan kencang. Fano langsung tersungkur, namun Israel juga menjatuhkan diri.
Padahal bola berada di sisi kanan yang cukup jauh dari Stefano Lilipaly dan Israel.
Pelanggaran ini harusnya berbuah kartu untuk Israel. Karena dia melanggar Lilipaly tanpa bola. Dan posisi di area bertahan Persipura.
Namun wasit utama Yeni Krisdianto asal Jawa Timur, tidak memberikan hukuman kartu dan teguran kepada pemain Israel setelah berdiskusi dengan dua asisten wasit.
Saat dikonfirmasi Lilipaly mengakui cukup berbahaya pelanggaran yang dialami.
Kemudian Lilipaly diperiksa di rumah sakit pada Selasa (12/11/2019).
“Dia menaruh kaki di bagian alat vital saya dan ini sangat berbahaya. Karena saya berkecepatan penuh (lari kencang),” kata Fano waktu itu
Selain memeriksa kondisi cedera di bagian alat vital, Lilipaly juga diperiksa bagian telinganya.
Ia alami masalah pendengaran di telinga pasca laga kontra Persipura Jayapura.
“Di dalam saya telinga alami sedikit kerusakan. Saya sulit mendengar,” ujar Stefano Lilipaly.
Stefano Lilipaly kemarin dibawa dalam lawatan tim ke Magelang, Jawa Tengah untuk hadapi PSIS Semarang, Jumat (15/11/2019) pukul 18.30 WIB di Stadion Moch Soebroto Magelang.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/stefano-lilipaly-saat-gelar-latihan-jelang-laga-kontra-psis.jpg)