Bali Masuk Daftar Tempat Wisata yang Tak Disarankan Dikunjungi di 2020 Oleh Media AS

Fodor's Travel menyebutkan, Bali pada 2017 dideklarasikan sebagai kawasan darurat sampah lantaran terlalu banyak sampah plastik di pantai dan perairan

Bali Masuk Daftar Tempat Wisata yang Tak Disarankan Dikunjungi di 2020 Oleh Media AS
Tribun Bali/Rizal Fanany
Sebanyak seribu penari membawakan Tari Rejang Renteng dalam gelaran Nusa Penida Festival Bali 2019 di Pantai Banjar Nyuh, Nusa Penida, Minggu (6/10/2019). Nusa Penida Festival digelar bertujuan untuk mempromosikan dan meningkatkan kunjungan pariwisata. 

Bali Masuk Daftar Tempat Wisata yang Tak Disarankan Dikunjungi di 2020 Oleh Media AS

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Media wisata asal Amerika Serikat, Fodor's Travel, meluncurkan daftar destinasi untuk dikunjungi dan lebih baik dipertimbangkan untuk tidak dikunjungi pada 2020.

Menariknya, dalam daftar destinasi yang lebih baik dipertimbangkan untuk tidak dikunjungi pada 2020 atau No List, Fodor's Travel mencantumkan Bali sebagai salah satu destinasi dalam daftar tersebut.

"Bali, pulau yang paling banyak dikunjungi di Indonesia telah menderita efek pariwisata massal dalam beberapa tahun terakhir, sampai pemerintah menarik pajak turis untuk membantu memerangi efek (pariwisata massal) terhadap lingkungan," dikutip dari situs Fodors.com.

Fodor's Travel menyebutkan, Bali pada 2017 dideklarasikan sebagai kawasan darurat sampah lantaran terlalu banyak sampah plastik di pantai dan perairan.

"Badan Lingkungan Hidup Bali mencatat bahwa pulau itu menghasilkan 3.800 ton sampah setiap hari, dengan hanya 60 persen berakhir di tempat pembuangan sampah. Sebuah pengamatan yang jelas bagi siapa pun yang mengunjungi pulau itu," tulis Fodor's Travel.

Sampah semakin menggunung di eks TPA Sente, Desa Pikat, Klungkung, Bali, Rabu (16/10/2019).
Sampah semakin menggunung di eks TPA Sente, Desa Pikat, Klungkung, Bali, Rabu (16/10/2019). (Tribun Bali/Eka Mita Suputra)

Hal lain yang menjadi fokus Fodor's Travel adalah kelangkaan air bersih di Bali karena pembangunan vila dan lapangan golf yang berdampak pada petani lokal.

Juga perilaku turis yang tidak senonoh, terutama di kawasan suci pusat peribadatan, membuat pihak berwenang di Bali berupaya membuat peraturan dan pedoman.

"Wisatawan yang mengunjungi situs-situs keagamaan dengan mengenakan pakaian renang, memanjat situs-situs suci, dan umumnya tidak menghormati adat dan norma budaya," tulis Fodor's Travel.

Tumpukan sampah kayu dan bambu terlihat menumpuk
Tumpukan sampah kayu dan bambu terlihat menumpuk "menemani" wisatawan. (TRIBUN BALI/ I NYOMAN MAHAYASA)

Destinasi terkenal lain yang masuk daftar No List

Halaman
12
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved