Waspada Kanker Paru Bisa Bisa Membunuh Seseorang Yang Bahkan Bukan Perokok
Sebagian orang lainnya terserang penyakit ini, karena terpapar produk atau bahan yang berpotensi berbahaya, seperti asbes.
TRIBUN-BALI.COM - Setiap 2 menit 20 detik, satu orang di AS didiagnosis menderita kanker paru-paru, demikian yang dinyatakan American Lung Association.
Kanker paru-paru dianggap sebagai penyebab utama kematian akibat kanker di negara tersebut.
Pada 2019, hampir 228.150 kasus baru kanker paru-paru diperkirakan akan dilaporkan di seluruh AS.
Di antara semua pasien, American Cancer Society memperkirakan penyakit ini akan membunuh 142.670 orang tahun ini.
Komunitas medis telah berjuang untuk melawan kanker paru-paru.
Para dokter tahu bahwa mendeteksi penyakit secara dini dapat meningkatkan tingkat kelangsungan hidup seseorang tetapi kanker paru-paru umumnya terdeteksi terlambat, ketika sudah menyebar di dalam tubuh.
Merokok dianggap sebagai salah satu penyebab paling umum kanker paru-paru.
Sebagian orang lainnya terserang penyakit ini, karena terpapar produk atau bahan yang berpotensi berbahaya, seperti asbes.
Tapi Jill Feldman berbagi kisah unik.
Dia melawan kanker paru-paru bahkan tanpa merokok atau terpapar bahan kimia.
Dokter mengatakan, sejarah keluarganya memainkan peran penting dalam bagaimana dia mengembangkan penyakit ini.
Pada usia 13 tahun, dua kakek-nenek Feldman meninggal karena kanker paru-paru dan hanya beberapa bulan setelah itu ayahnya didiagnosis dengan kondisi yang sama.
Dia meninggal pada usia 41 tahun karena kanker.
Ibu Feldman dan seorang bibi dekat mengikuti garis tersebut dan meninggal dalam satu dekade.
Sekarang, Feldman adalah orang yang berjuang untuk hidupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kanker-paru.jpg)