Aplikasi Layanan Sampah Online Senilai Rp 100 Juta, Siapkan Lahan 1.2 Hektare dan Infrastruktur

Aplikasi Layanan Sampah Online Senilai Rp 100 Juta, Siapkan Lahan 1.2 Hektare dan Infrastruktur

Aplikasi Layanan Sampah Online Senilai Rp 100 Juta, Siapkan Lahan 1.2 Hektare dan Infrastruktur
Tribun Bali/ Rizal Fanany
Ilustrasi Sampah 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Sistem aplikasi yang dirancang Pemkab Tabanan untuk layanan sampah online bernama Garbage Startup (GS) Online ini diklaim akan rampung akhir bulan ini. Anggarannya untuk aplikasi pun mencapai Rp 100 Juta. Saat ini, pemerintah sedang menyiapkan lahan seluas 1.2 hektare untuk membangun infrastruktur layanan online ini.

Setelah seluruhnya rampung pada 2020 mendatang, rencananya tahun 2021 awal program ini sudah bisa dijalankan. Bahkan, rencananya akan menyediakan mesin untuk mengolah sampah organik akan dijadikan pupuk, sampah plastik dicacah dan dijadikan pelet sekitar Rp 1 Miliar.

"Jadi ada banyak kajian dalam program layanan sampah online ini. Dan perkiraan akhir bulan Nopember ini untuk aplikasi GS Online baik android maupun web sudah rampung. Setelah ini rampung, barulah menyiapkan lahan serta infrastrukturnya," kata Kepala Badan Perencanaan dan Penelitian dan Pengembangan Kabuapten Tabanan (Bapelitbang), Ida Bagus Wiratmaja, Rabu (20/11).

Wiratmaja melanjutkan, saat ini sedang direncanakan untuk penyediaan lahan. Lahan yang disiapkan adalah seluas 1.2 hektare. Setelah lahan tersebut ada, baru akan dibangun infrastrukturnya seperti diantaranya pengolahan sampah organik menjadi pupuk, kemudian mengolah sampah plastik dengan cara dicacah kemudian dijadikan pelet.

"Kita masih menunggu verifikasi dulu, karena saat ini masih belum ada anggaran. Di awal 2020 kita akan mencari lahan dulu, kemudian di anggaran perubahan akan kita bangun infrastrukturnya," ucapnya.

Aplikasi ini, kata dia, nantinya akan bekerjasama dengan desa yang telah memiliki Bumdes. Selain itu, masyarakat di setiap desa tersebut harus setuju dan sepakat dulu untuk masuk ke GS Online. Sebab yang siap menjalankan aplikasi GS online harus siapkan lahan untuk membuat TPS dengan luas tanah sekitar 5 are. Dan jika memang sudah berjalan, setiap desa hanya ada satu buah TPS BUMDes.

"Sudah ada tujuh desa yang siap. Tujuh desa yang siap ini adalah yang sudah dilayani Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan sebelumnya. Mereka itu yang berminat dan sudah siap untuk menjalankan program layanan ini," sebutnya.

Dia melanjutkan, setelah semua rampung, di tahun 2021 program ini akan dijalankan penuh. Kemudian untuk tenaganya akan disiapkan oleh pemerintah yakni tenaga di DLH Tabanan.

"Jadi mereka tenaga yang sudah bekerja di DLH, namun nantinya tak akan mengganggu tugas pokok mereka dan menggunakan kendaraan masing-masing untuk melayani. Jadi tengah berproses dan target tahun 2021 sudah rampung," tandasnya.

Sebelumnya, Pemkab Tabanan akan melaunching program layanan sampah online. Dan saat ini, program tersebut sedang dalam rancangan atau sedang membangun sistem berbasis web dan android atau menyerupai dengan grab atau gojek. Dana operasional yang akan digelontorkan adalah senilai Rp 12 Miliar sama dengan anggaran persampahan Tabanan saat ini.

Selain sistem, Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati juga sedang digodok agar nantinya bisa dilaunching pada 2020 mendatang. Layanan sampah berbasis online yang akan bekerja sama dengan BUMDes dan BUMDa ini diberi nama Garbace Startup (GS) Online. Dimana nantinya masyarakat hanya tinggal mengunduh dan menginstal aplikasi melalui android. kemudian masyarakat bisa menggunakan jasa dari driver untuk memungut sampah yang nantinya akan dijual ke BUMDa/BUMDes Tabanan.

"Jadi nanti program ini mirip gojek dan masyarakat juga akan bisa menggunakan e pay. Dan sekarang masih digodok baik itu Perda dan Perbupnya," kata Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti, beberapa waktu lalu.

Untuk percobaan awal, kata dia, akan di launching di 2020 melibatkan sampai 100 driver motor dan 20 an driver pick up. Jadi setelah sistem ini selesai dibangun barulah para driver ini bekerja. Untuk sampah yang sedikit cukup mengunakan motor, dan untuk sampah dengan skala besar bisa menggunakan pick up sehingga sekalian diangkut. Rencananya pelayanan persampahan akan ada di 7 Deesa di 2 Kecamatan dulu sama seperti pelayanan konvensional saat ini.

"Nanti di trial awal, GS Online juga akan dilakukan di 7 desa ini dulu," sebutnya.(mpa)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved