Satpol PP Jembrana Gelar Sidak, Seorang Pedagang Sate Terancam Penjara 6 Bulan

Dalam sidak kali ini, petugas mengamankan enam pedagang kaki lima. Seorang pedagang sate ditindak karena sudah tiga kali terkena sidak.

Satpol PP Jembrana Gelar Sidak, Seorang Pedagang Sate Terancam Penjara 6 Bulan
Tribun Bali/Made Ardhiangga
Satpol PP Jembrana sidak pedagang kaki lima di Jalan Ngurah Rai Kecamatan Negara, Rabu (20/11/2019). Dalam sidak kemarin, enam pedagang diamankan. Satu di antaranya telah tertangkap tiga kali. Kini ia terancam hukuman penjara. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Satpol PP Jembrana menyisir kawasan Jalan Ngurah Rai, Kecamatan Negara, Rabu (20/11/2019).

Dalam sidak kali ini, petugas mengamankan enam pedagang kaki lima.

Seorang pedagang sate ditindak karena sudah tiga kali terkena sidak.

Kepala Bidang Penegakkan Perundang-undangan Daerah Satpol PP Jembrana, I Made Tarma mengatakan, pedagang sate tersebut tetap saja berjualan di tempat yang dilarang.

Pedagang itu kini terancam hukuman penjara.

"Karena itu, kini ada tindakan tegas berupa tindakan pidana dengan ancaman kurungan penjara selama enam bulan. Kalau membandel hingga tiga kali lebih, maka akan disidangkan di PN Negara," ucapnya.

Pihaknya mengaku tetap melakukan langkah persuasif terhadap pedagang yakni dengan memberikan tiga kali teguran.

Ketika lebih dari itu, maka akan ada sansksi pidana penjara.

"Kami tegur. Jika tetap, maka upaya itu kami tegakkan," jelasnya.

Tarma menyebutkan, penertiban pedagang lima pedagang lainnya diminta membuat surat pernyataan.

"Kami berikan surat pernyataan supaya tidak lagi jualan di tempat yang memang dilarang," ungkapnya.

Rata-rata mereka yang terciduk adalah pedagang es buah, pedagang sate, pedagang batagor dan pedagang jamu.

Sesuai ketentuan Perda Nomor 5 Tahun 2007 Pemkab Jebrana, pelanggar yang sudah melanggar tiga masuk kategori tidak bisa dibina.

Dengan itu mereka terancam sanksi hukum penjara maksimal enam bulan atau denda maksimal hingga Rp 5 juta.

“Surat teguran ketiga sudah batas toleransi terakhir. Kalau nanti kembali melanggar, untuk proses penyidikan, kami juga akan sita rombongnya sebagai barang bukti,” paparnya. (*)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved