Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Siswa SD Tewas Digigit Ular di Sekolah, Sempat Ngadu ke Guru Malah Dikira Bercanda

Korban sempat mengadukan bahwa dia digigit ular, tapi sang guru malah mengira bercanda

Tayang:
Editor: Irma Budiarti
GRID.ID
Ilustrasi - Siswa SD Tewas Digigit Ular di Sekolah, Sempat Ngadu ke Guru Malah Dikira Bercanda 

Tapi sekolah menunggu sampai orangtuanya menjemputnya setelah jam 4 sore.

Rumah sakit menyayangkan hal itu, mengatakan bahwa nyawa anak itu bisa saja selamat, jika mendapat pengobatan tepat waktu.

Skorsing guru terjadi setelah kerabat dan siswa geram soal kurangnya perawatan di sekolah.

Warga juga beraksi cepat, dengan merusak ruang kantor sekolah dan menyerang para guru.

Pria Potong Jari Setelah Dipatuk Ular Berbisa

Sementara itu, seorang pria di timur China langsung memotong jari setelah digigit ular berbisa, dengan dokter memberi tahu dia tak perlu melakukan aksi ekstrem itu.

Petani bermarga Zhang tengah memotong kayu bakar di distrik Shangyu, Provinsi Zhejiang, ketika seekor ular tiba-tiba mematuknya.

Dilaporkan Hangzhou Daily via SCMP, Selasa (29/10/2019), pria 60 tahun itu langsung mengenai ular berbisa tersebut sebagai viper.

Di China, ular itu dikenal sebagai "ular lima langkah".

Sebabnya, korban diyakini tidak akan bisa melangkah lebih dari lima langkah sebelum tewas.

Karena itu, dengan cepat dia segera memotong jari untuk mencegah racunnya menyebar.

Nonton Konser Sheila On 7 Pakai Nilai IP, Rektor UNY: Untuk Mengapresiasi Usaha Mahasiswa

Final Liga II Indonesia: Persita & Persik Bermain Aman, Partai Hidup Mati Sriwijaya FC vs Persiraja

Dia membebat luka itu, dan bergegas menuju Hangzhou yang berjarak 80 km untuk menerima perawatan.

Sayangnya, Zhang meninggalkan jari yang terkena racun di sisi lain gunung, sehingga dokter tak bisa berupaya menyatukan lagi jarinya.

Dokter di Rumah Sakit Pengobatan Tradisional China Hangzhou menyatakan, Zhang seharusnya tak perlu memotong jarinya karena bisa ular itu tak terlalu mematikan.

Ren Jinping menuturkan ketika datang ke rumah sakit, Zhang tak menunjukkan gejala seperti pusing, kesulitan bernapas, atau pendarahan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved