Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Muncul di Google Doodle Hari Ini dengan Latar Belakang Halaman Koran, Siapa Sosok Ani Idrus?

Ani Idrus mulai menekuni profesi wartawan sejak tahun 1930, masa-masa di mana menjadi seorang jurnalis masih tak sebebas sekarang

Editor: Meika Pestaria Tumanggor
google.com
Ani Idrus 

Muncul di Google Doodle Hari Ini dengan Latar Belakang Halaman Koran, Siapa Sosok Ani Idrus?

TRIBUN-BALI.COM - Muncul di google doodle hari ini dengan latar belakang halaman koran, siapa sosok Ani Idrus?

Bila membuka laman mesin pencari Google hari ini, Senin (25/11/2019), Anda akan menemukan ilustrasi seorang wanita berkacamata tengah mengenakan kerudung bermodel ciput, dengan hiasan bunga.

Wanita itu adalah Ani Idrus, seorang tokoh di bidang pers yang berasal dari Sumatera Barat.

Ia dilahirkan di Sawahlunto, Sumatera Barat, pada 25 November 1918 dan wafat di kota Medan, Sumatera Utara, pada 9 Januari 1999.

Adapun sosok Ani Idrus ditampilkan di halaman depan Google, biasa disebut doodle, untuk memperingati hari ulang tahunnya yang ke-101, yang jatuh pada hari ini, 25 November 2019.

Ani Idrus sendiri digambarkan sedang berpakaian rapi dengan latar belakang aneka halaman koran yang sedang ia pilih.

Jika dilihat seksama, rangkaian halaman koran ini juga bertuliskan kata "Google".

Update Pendaftaran CPNS 2019 di Pemprov Bali, Kini Pendaftar Sudah Mencapai 7 Ribu Lebih

Jumlah Pelamar CPNS Pemprov Bali Mencapai 7 Ribu Orang, Pendaftaran Ditutup 28 November 2019

3.241 Pelamar CPNS 2019 di Pemkab Jembrana Berebut 230 Formasi

Nah, jika doodle tersebut di-klik, maka Anda akan disodorkan dengan hasil pencarian Google dengan kata kunci "Ani Idrus".

Halaman hasil pencarian Google pun menampilkan beragam rekam jejak Ani.

Jika menceritakan jejak karirnya, Ani Idrus mulai menekuni profesi wartawan sejak tahun 1930, masa-masa di mana menjadi seorang jurnalis masih tak sebebas sekarang lantaran tertekan oleh pemerintah kolonial Belanda.

Kala itu, ia berkontribusi di majalah "Panji Pustaka" Jakarta.

Kemudian pada 1936, ia bekerja di media "Sinar Deli" Medan untuk menjadi kontributor di majalah "Politik Penyedar".

Dua tahun setelahnya, ia menerbitkan majalah politik "Seruan Kita" bersama suaminya, H. Mohamad Said.

Ani Idrus dan Said juga menggagas media cetak di bawah nama "Harian Waspada" pada 1947.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved