Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pendaftaran CPNS 2019 Resmi Ditutup Malam Ini, Berikut 10 Formasi yang Belum Ada Pelamarnya

Pendaftaran tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 mulai ditutup malam ini (25/11) pukul 23:59 WIB.

Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali
Ilustrasi CPNS. 

Formasi yang belum diminati itu di antaranya adalah Pengelola Kelistrikan Perkeretaapian di Kementerian Perhubungan, Masinis III Kapal Kelas I, Pengelola Pemeliharaan Laboratorium, Pengelola Grafik Perjalanan Kereta Api, Penelaah Manajemen Lantas, serta Pemeriksa Persyaratan Teknis Dan Laik Jalan Perkeretaapian yang belum dilamar satu orang pun dalam Seleksi CPNS tahun 2019.

Selain itu, ada tiga formasi lainnya berupa asisten ahli yang belum memiliki pelamar sama sekali.

Formasi itu adalah dosen arkeologi, dosen aplikasi komputer perbankan, dan dosen arudl wal qawafi.

Namun tidak tercantum untuk kementerian atau lembaga mana posisi asisten ahli tersebut.

Tak hanya di tingkat pusat, di tingkat daerah beberapa formasi CPNS juga sepi peminat.

Di Kalimantan Timur misalnya, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalimantan Timur, Ardiningsih menyebut ada beberapa formasi CPNS khusus penyandang disabilitas yang belum ada pelamar.

”Hingga sore ini dari sembilan formasi yang disediakan belum ada satu pun pelamar yang masuk. Makanya saya berharap bantuan media menginformasikannya secara luas,” kata Ardiningsih di Samarinda, Sabtu (23/11) sore.

Dia berharap kuota khusus penyandang disabilitas tersebut bisa terisi pada seleksi CPNS Kaltim 2019.

Sebab, lanjut dia, pada seleksi CPNS Kaltim 2018 lalu, kuota khusus penyandang disabilitas sebanyak enam orang dan kuota khusus cumlaude sebanyak sembilan orang, tidak terisi.

Padahal menurutnya, dengan menyediakan kuota khusus penyandang disabilitas merupakan amanah sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku.

”Kuotanya diharuskan sebesar dua persen dari total formasi yang ada. Tapi tahun ini kita balik. Jumlahnya kita tambah jadi tiga persen,” katanya.

Di sisi lain, BKN mencatat sepuluh formasi dengan pelamar terbanyak, yaitu penjaga tahanan untuk pria sebanyak 216.848 pelamar, ahli pertama - guru kelas 182.111 orang, pelaksana/terampil - bidan 140.076 orang, dan pelaksana/terampil-perawat 111.305 orang.

Berikutnya ada ahli pertama-guru agama Islam 108.437 orang, penjaga tahanan untuk wanita 97.115 orang, ahli pertama-guru matematika 86.082 orang, ahli pertama-guru bahasa Inggris 79.637 orang, ahli pertama-guru bahasa Indonesia 686.034 orang, dan ahli pertama-guru penjasorkes 63.263 orang.

Di saat yang sama, Kementerian Hukum dan HAM tercatat menjadi kementerian dengan pelamar terbanyak dengan 486.821 orang pelamar.

Disusul Kementerian Agama dengan 65.667 pelamar dan Kejaksaan Agung 53.525 orang.

Adapun instansi dengan pelamar paling sedikit yakni Kementerian Riset dan Teknologi dengan 43 pelamar, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila 94 pelamar, Setjen KOMNAS HAM 117 pelamar, serta Badan Nasional Penanggulangan Terorisme dengan jumlah pelamar 133 orang.(tribun network/fds/dod/kps)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved