Jadi Orang Kepercayaan Bos Hingga Digaji 8 Juta per Bulan, Gede Wardita Malah Tilep Uang Rp 1 M

Jadi Orang Kepercayaan Bos Hingga Digaji 8 Juta per Bulan, Gede Wardita Malah Tilep Uang Rp 1 M

Jadi Orang Kepercayaan Bos Hingga Digaji 8 Juta per Bulan, Gede Wardita Malah Tilep Uang Rp 1 M
Tribun Bali/Putu Candra
Jadi Orang Kepercayaan Bos Hingga Digaji 8 Juta per Bulan, Gede Wardita Malah Tilep Uang Rp 1 M 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - I Gede Wardita Mitchell (39) hanya bisa diam menunduk saat didudukan di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Rabu (27/11).

Pria yang menetap di Surabaya ini menjadi pesakitan karena diduga menggelapkan uang perusahaan.

Sebagaimana terungkap dalam surat dakwaan, terdakwa yang diberi kepercayaan mengelola dan mengurus perusahaan oleh Julian Edward (saksi korban), justru diduga menggelapkan uang Rp 1 miliar lebih.

Disenggol Mobil Misterius, Nyawa Ni Wayan Sukatini Melayang, Tulang Leher Korban Patah

Lebih lanjut dalam surat dakwaan dipaparkan Jaksa I Nyoman Triarta Kurniawan mewakili Jaksa IB Argita Chandra, bahwa tindak pidana yang dilakukan terdakwa kisaran 29 Agustus 2017 sampai dengan 20 Nopember 2018.

Dimana terdakwa ditunjuk oleh Julian Edward (saksi korban) sebagai konsultan di PT TYGR Food Concepts yang beralamat di Jalan Pantai Brawa 999X Tibubeneng.

Terdakwa diserahkan mengurus perusahaan yang bergerak di bidang makanan dan minuman.

Video Mesum 3 Pemuda dan 1 Wanita Tersebar di Group WA, Diduga Direkam di Bali

Selama itu, saksi korban asal Amerika Serikat itu telah menyerahkan sepenuhnya kepada terdakwa untuk mengurus perusahaan.

Untuk segala kepengurusan penerimaan karyawan. Izin perusahaan, dari tingkat banjar hingga pemerintah dan keperluan perusahaan dipercayakan kepada terdakwa.

Untuk kepercayaan yang diberikan, terdakwa diberi gaji sebesar Rp 8 juta setiap bulan.

Peristiwa Air Tukad Badung Merah Darah Berakhir di Kepolisian, Sebagai Efek Jera?

Pada tahap awal, untuk pengelolaan perusahaan menggunakan satu mesin kartu EDC BCA. Namun terdakwa tanpa sepengetahuan pemilik perusahaan menambah mesin kartu EDC Mandiri.

"Terdakwa berdalih penambahan mesin kartu EDC bilamana mesin kartu yang dikeluarkan oleh perusahaan terjadi kerusakan, sehingga tidak susah dalam pencairan uang guna keperluan karyawan," beber jaksa dihadapan majelis hakim pimpinan Kony Hartanto.

Dalam perjalanan, terdakwa justru menyalahgunakan dengan melakukan transaksi yang kisarannya mencapai total Rp. 1.048.864.467.

Perawat RSUD Karangasem Ditangkap Malam-malam di Jalan Raya Juuk Manis, Ini Penyebabnya

Uang sebanyak itu diduga digelapkan terdakwa dari tahun 2017 hingga 2018.

Sebagaimana perbuatannya, terdakwa diancam pidana dalam Pasal 374 dan 372 KUHP. (*)

Penulis: Putu Candra
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved