Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Sembuh dari Stroke Ringan dan Dapat Kembali Bekerja Berkat Kartu Sakti Bernama JKN-KIS

Kedengaran berlebihan pujiannya kepada JKN-KIS dengan menyebut kartu JKN-KIS layaknya kartu sakti ternyata bukan sebuah omong kosong.

Tayang:
Editor: Widyartha Suryawan
BPJS Kesehatan
I Nyoman Sudiarta (32). 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Kedengaran berlebihan pujiannya kepada JKN-KIS dengan menyebut kartu JKN-KIS layaknya kartu sakti ternyata bukan sebuah omong kosong.

Bagi I Nyoman Sudiarta (32), hal tersebut menjadi wajar setelah apa yang ia dapatkan dari JKN-KIS saat dirinya kehilangan semangat hidupnya setelah digerogoti penyakit misterius dan tiba-tiba saja memaksa tubuhnya untuk beristirahat dalam waktu yang cukup lama.

Secara medis, dokter yang menanganinya menyampaikan bahwa sakit yang menggangunya adalah merupakan stroke ringan.

Perasaan cemas, pusing, panas tinggi dan merasakan lemas pada anggota tubuhnya membuat lelaki yang berprofesi sebagai satpam di Karangasem ini sempat putus asa.

Syukur penanganan kesehatannya dilakukan dengan sangat baik oleh dokter yang menanganinya di salah satu rumah sakit pemerintah di Kabupaten Karangasem.

Jika ia harus menanggung pembiayaan berobatnya mungkin rasa putus asanya akan semakin menjadi-jadi.

Namun hal luar biasa yang ia dapatkan dalam pengalamannya ini adalah tidak ada sepeserpun biaya yang ia keluarkan dalam pengobatannya hingga saat ini.

Ternyata hanya bermodal kartu JKN-KIS yang ia dapatkan dari tempat ia bekerja sudah lebih dari cukup menjadi obat pelengkapnya. Hal ini pula yang membuatnya memuji program JKN-KIS.

“Menurut saya kartu JKN-KIS ini memang kartu sakti. JKN-KIS ini adalah obat saya hingga saya dapat bekerja kembali, jika tidak ada kartu ini maka mana mungkin saya bisa diawasi setiap saat oleh dokter yang menangani, mana mungkin rumah sakit memberikan saya obat-obatan dan saktinya itu saya buktikan ketika pulang dari rumah sakit, saat di kasir saya hanya diberikan kertas saja dan penyampaian semoga lekas sembuh dari petugas tanpa ada pembayaran sama sekali,” ungkap Nyoman dengan lantangnya.

Hal itulah yang membuatnya bangga terhadap program JKN-KIS, program yang berprinsip gotong-royong ini kata orang Bali adalah program “Sing Main-main” (tidak main-main).

Biaya iuran yang sangat ringan berbanding terbalik dengan manfaatnya yang justru sangat komprehensif, jadi tidaklah mengherankan jika Nyoman berbicara secara lantang seperti itu.

Nyoman menyampaikan justru menjadi mengherankan apabila terdapat masyarakat yang mengatakan negatif tentang program ini.

Tterlepas dari apa yang ia alami, saat sehat pun ia tidak pernah memandang negatif tentang program JKN-KIS karena menurutnya apapun program pemerintah pasti bertujuan baik untuk kepentingan masyarakatnya.

“Saya justru heran kepada mereka yang merasa program ini merugikan atau tidak bermanfaat, saya pastikan itu karena mereka tidak mau tahu terhadap prosedur yang harus dijalani, bahkan mungkin mereka malas dan mau cepatnya saja, setiap program itu pasti memiliki aturan main dan tujuannya pasti baik, jadi coba diikuti dan dijalankan kwajiban kita maka disana kita akan merasakan kemerdekaan pada hak kita,” jelas Nyoman.

Kini Nyoman dapat fokus untuk pengobatannya yaitu kontrol rutin setiap bulannya hingga kesehatannya benar-benar sudah 100% dan tentunya ia sangat yakin atas kesembuhannya berbekal kartu sakti JKN-KIS. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved