Sponsored Content
Siswa Bali Raih Prestasi Internasional di Codeavour 7.0 Robo Soccer
Enam siswa asal Bali berhasil mengharumkan nama Indonesia dalam ajang Codeavour 7.0 International Showdown
TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA – Enam siswa asal Bali berhasil mengharumkan nama Indonesia dalam ajang Codeavour 7.0 International Showdown, kompetisi internasional bidang coding, artificial intelligence (AI), dan robotics yang digar di BINUS University, Jakarta, pada 16–17 Mei 2026.
Siswa binaan Koding Akademi tersebut sukses memborong prestasi pada kategori Robo Soccer yang diikuti peserta dari berbagai negara.
Dalam kompetisi ini, para peserta ditantang membangun dan memprogram robot sepak bola yang mampu bergerak cepat, presisi, dan kompetitif di arena pertandingan.
Pada kategori Robo Soccer Senior, Victor Nera Umardicha dan Zachary Griffin Handoko dari SMA Santo Yoseph Denpasar berhasil meraih Juara 2 (First Runner Up).
Baca juga: DPRD Bali Soroti Ketimpangan Fasilitas Pendidikan dan Celah Aplikasi SPMB
Sementara Putu Wirahadi Putra dari SMAN 1 Sukawati bersama I Gusti Made Priya Abhiseka Nareswara dari SMPN 1 Gianyar meraih Juara 3 (Second Runner Up).
Prestasi juga diraih di kategori Robo Soccer Junior melalui Jeremy Huan En Yu dari Santosa Intercultural School dan Gde Erland Dewantara Kurniawan dari Bali Public School yang sukses membawa pulang Juara 2 (First Runner Up).
Founder Koding Akademi, Dipl.-Inf AA Gde Rai Adi P Sanjaya, mengatakan pencapaian ini menjadi bukti bahwa siswa Bali mampu bersaing di tingkat internasional dalam bidang teknologi dan robotika.
Baca juga: Angkutan Umum di Jembrana Diperiksa Kelaikan, Pastikan Keselamatan dan Kenyamanan Penumpang
“Kami sangat bangga dengan perjuangan dan kerja keras anak-anak,”
“Mereka telah melalui proses latihan intensif mulai dari coding, pengembangan robot, hingga strategi pertandingan. Prestasi ini menunjukkan bahwa generasi muda Bali memiliki potensi besar di bidang teknologi dan AI,” ujarnya.
Kompetisi Codeavour 7.0 International Showdown sendiri diikuti lebih dari 1.500 peserta dari berbagai negara dan menjadi salah satu ajang teknologi pelajar terbesar di dunia.
Selain kemampuan teknis, peserta juga dituntut memiliki kreativitas, problem solving, dan mental kompetitif saat menghadapi lawan internasional.
Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi generasi muda Indonesia untuk semakin berani berkembang dan berinovasi di bidang coding, AI, dan robotics di era digital saat ini. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Enam-siswa-asal-Bali-berhasil-mengharumkan-nama-Indonesia-dalam-ajang-Codeavour-70.jpg)