Berita Bali
DPRD Bali Soroti Ketimpangan Fasilitas Pendidikan dan Celah Aplikasi SPMB
DPRD Bali Soroti Ketimpangan Fasilitas Pendidikan dan Celah Aplikasi SPMB
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Komisi IV DPRD Bali menaruh perhatian serius terhadap isu kesenjangan kualitas dan sarana prasarana antar-sekolah di Pulau Dewata. Fakta ini mencuat ke permukaan saat jajaran Komisi IV menggelar kunjungan kerja ke kantor Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali pada Selasa 19 Mei 2026.
Dalam forum tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Bali, I Nyoman Suwirta, mendesak pemerintah agar menghentikan ego sentrisme terhadap sekolah favorit dan mulai mengalihkan fokus ke sekolah-sekolah yang berada di wilayah pinggiran.
Suwirta menilai, ketertinggalan banyak sekolah dari aspek infrastruktur hingga mutu pembelajaran terjadi karena konsentrasi anggaran dan perhatian publik selama ini cenderung menumpuk di sekolah unggulan saja.
Baca juga: TERTANGKAP Basah di Ubung, Satpol PP Bali Amankan Manusia Silver, Imbau Jangan Beri Uang di Jalan!
Guna mengatasi masalah menahun ini, Komisi IV menyatakan kesiapannya untuk turun ke lapangan bersama Disdikpora Bali untuk melakukan pemetaan berkala.
“Kami di Komisi IV siap membahas secara khusus bagaimana potensi sekolah-sekolah di pinggiran. Data yang dimiliki nanti kita kolaborasikan supaya ada data pasti dan bisa menentukan skala prioritas,” ujar mantan Bupati Klungkung dua periode tersebut.
Baca juga: Bobol Dana KUR dan KUPRA Rp 8,9 M, 2 Marketing Bank BRI Kreneng Denpasar dan 5 Calo Jadi Tersangka
Solusi Jangka Panjang SPMB 2026/2027
Selain ketimpangan fasilitas, agenda pertemuan juga membedah kesiapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027. Disdikpora Bali sendiri telah memetakan skema kuota penerimaan SMA Kategori A dengan Jalur domisili (25 persen), afirmasi (20 % ), prestasi (50 % ), dan mutasi (5 % ). SMA Kategori B dengan Jalur domisili (35 % ), afirmasi (20 % ), prestasi (40 % ), dan mutasi (5 % ).
Dan SMK Didominasi oleh jalur prestasi sebesar 75 % .
Kendati skema tersebut sudah diatur, Suwirta mengingatkan bahwa dinamika lapangan selalu dipicu oleh tingginya ekspektasi masyarakat terhadap sekolah tertentu. Solusi pragmatis seperti pengaturan kuota dianggap tidak akan cukup tanpa adanya langkah ekspansif.
“Satu-satunya solusi jangka panjang adalah membuat ruang kelas baru. Tolong dipetakan dengan baik wilayah yang memang membutuhkan tambahan sekolah atau ruang belajar,” tegas Suwirta.
Catatan Kritis untuk Aplikasi Pendaftaran
Suwirta juga mewanti-wanti Disdikpora terkait performa aplikasi SPMB yang dijadwalkan meluncur Juni mendatang. Mengaca pada evaluasi tahun-tahun sebelumnya, ia membeberkan adanya celah krusial pada sistem verifikasi, di mana sistem sempat meloloskan dokumen kosong yang ia unggah sebagai bentuk uji coba.
| Prosesi Karya Tawur Tabuh Gentuh di Buleleng, Jaya Negara: Perkuat Semangat Ngayah dan Kebersamaan |
|
|---|
| Beasiswa Nak Badung, Siswa Bisa Bersaing Bersekolah di Poltrada Bali |
|
|---|
| BPSDM Perhubungan Ajak Pemerintah Daerah di Bali Cetak SDM Transportasi Berkualitas |
|
|---|
| Bos Kartel Narkoba Jaringan Internasional Ditangkap di Bali |
|
|---|
| Keji! Bayi Perempuan Baru Lahir Dibuang di Jalan Imam Bonjol Denpasar Bali dengan Mulut Dilakban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Komisi-IV-menggelar-kunjungan-kerja-ke-kantor-Dinas-Pendidikan-Kepemudaan-dan-Olahraga.jpg)