Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

DPRD Bali Soroti Ketimpangan Fasilitas Pendidikan dan Celah Aplikasi SPMB

DPRD Bali Soroti Ketimpangan Fasilitas Pendidikan dan Celah Aplikasi SPMB

Tayang:
Tidak Ada/istimewa
Komisi IV menggelar kunjungan kerja ke kantor Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali pada Selasa 19 Mei 2026. Ist 

 


“Itu kelemahan aplikasi. Makanya harus dilakukan simulasi dan pengujian berkali-kali. Aplikasi itu dibuat manusia, jadi pasti ada kelemahan yang harus dikoreksi,” tuturnya.

 


Menanggapi catatan tersebut, Kepala Disdikpora Provinsi Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa Punia, menegaskan bahwa SPMB tahun ini dirancang demi melahirkan sumber daya manusia (SDM) Bali yang unggul dan berbasis kearifan lokal, sejalan dengan konsep pembangunan "Nangun Sat Kerthi Loka Bali".

 


Meski begitu, Wesnawa Punia tidak menampik adanya sejumlah rapor merah dalam potret pendidikan saat ini. Mulai dari overkapasitas rombongan belajar di sekolah negeri tertentu hingga berlakunya sistem giliran belajar (double shift), sementara potensi sekolah swasta terakreditasi justru belum terberdayakan secara optimal.

Ia juga menyoroti miringnya persepsi publik terkait adanya "jalur nonformal" serta ketidakakuratan nilai rapor dalam menggambarkan kemampuan asli siswa di lapangan.

 


“Seleksi berbasis nilai rapor juga dinilai belum sepenuhnya objektif dalam merepresentasikan kompetensi riil peserta didik. Terdapat disparitas antara nilai administratif rapor dengan hasil Tes Kemampuan Akademik, khususnya pada aspek literasi dan numerasi,” jelas, Wesnawa.

 


Sebagai bentuk adaptasi terhadap Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025, Disdikpora Bali kini mulai menggeser indikator kelulusan dari yang semula bersifat administratif menjadi berbasis kompetensi.

 


Di sisi lain, masyarakat diimbau tidak panik. Berdasarkan data proyeksi kelulusan tahun ini, jumlah lulusan SMP/MTs di Bali tercatat berada di angka 56 ribu lebih siswa, sedangkan total daya tampung bangku SMA/SMK (negeri dan swasta) mencapai 94 ribu lebih kursi. Secara matematis, kuota yang tersedia masih sangat longgar untuk menyerap seluruh lulusan yang ada.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved