Jadi Pembicara Simposium, Bupati Suwirta Sampaikan Larangan Promosi untuk Kurangi Konsumsi Rokok

Bupati Suwirta mengingatkan poin terpenting dalam penerapan Perda KTR adalah kepala daerah harus memiliki komitmen untuk mensosialisasikan

Jadi Pembicara Simposium, Bupati Suwirta Sampaikan Larangan Promosi untuk Kurangi Konsumsi Rokok
Dok. Humas Pemkab Klungkung
Bupati Suwirta Jadi Pembicara Simposium Internasional Larangan Iklan Konsumsi Rokok di Kalangan Kaum Muda di Ruang Legian Prime Plaza Hotel, Sanur, Denpasar, Sabtu (30/11/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Berkat komitmennya dalam menegakkan Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan tingginya tingkat kepatuhan penerapan kawasan tanpa rokok, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta kembali didaulat sebagai pembicara dalam Simposium Internasional ke-4 tentang Penelitian Kesehatan dan Kongres Nasional ke-14 dari Asosiasi Kesehatan Masyarakat Indonesia (APHA).

Acara tersebut berlangsung di Ruang Legian Prime Plaza Hotel, Sanur, Denpasar, Sabtu (30/11/2019).

Kali ini, Bupati Suwirta menjadi narasumber terkait larangan sponsor, promosi iklan tembakau komprehensif untuk mengurangi konsumsi rokok di kalangan kaum muda.

Dalam paparannya Bupati Suwirta mengingatkan poin terpenting dalam penerapan Perda KTR adalah kepala daerah harus memiliki komitmen untuk mensosialisasikan, melaksanakan, mengawasi dan menegakkan aturan tentang kawasan tanpa rokok.

"Kita harus berkomitmen mencegah agar merokok tidak menjadi kebiasaan, mengantisipasi pelilaku merokok pada generasi muda dengan menciptakan lingkungan bersih tanpa rokok," ujar Bupati Suwirta dihadapan para ilmuan.

Sanggar Seni Mangurupa Gelar Pameran Bersama Beludru Project di Bentara Budaya Bali

Cerita Yoyok, yang Punya Nama Anak Sama dengan Cucu Ketiga Jokowi, Lembah Manah

Lebih lanjut Bupati Suwirta menambahkan, selaku kepala daerah dan aparat hendaknya mampu menjadi contoh.

Selain itu pihaknya juga memiliki strategi dalam menerapkan KTR di Klungkung.

Salah satunya dengan sosialisasi dan deklarasi tanpa rokok ditengah tengah acara-acara sekaa teruna, acara festival, pendekatan adat, persuasif komunikasi dan media hiburan lainya.

"Penerapan KTR telah dilakukan sosialisasi secara terus menerus serta mengedukasi masyarakat untuk menerapkan KTR," imbuhnya.

Penyelenggara kegiatan ini adalah Institut Nasional Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Indonesia bekerja sama dengan Asosiasi Kesehatan Masyarakat Indonesia (APHA) yang menjadi tuan rumah Simposium Internasional ke-4 tentang Penelitian Kesehatan dalam hubungannya dengan Kongres Nasional ke-14 Asosiasi Kesehatan Masyarakat Indonesia.

Kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 27-30 November 2019 dengan tema “Bukti Ilmiah dan Politik dalam Pembangunan Kesehatan”.

Acara tersebut dihadiri sejumlah ilmuwan, peneliti, profesional serta pemimpin untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman menuju bangsa yang sehat.

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Meika Pestaria Tumanggor
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved