Mengapa Kita Memilih Berkencan dengan Tipe Orang yang Sama Berulang Kali?

Penelitian baru menunjukkan bahwa sampai taraf tertentu, kita sebenarnya tidak belajar banyak dan kita kemungkinan besar berpacaran dengan tipe orang

Mengapa Kita Memilih Berkencan dengan Tipe Orang yang Sama Berulang Kali?
kareaboo
Ilustrasi: 

TRIBUN-BALI.COM - Semakin bertambahnya usia, menjalani berbagai fase kehidupan, dan berkencan dengan sejumlah orang biasanya akan membuat kita berpikir bahwa kita telah belajar bagaimana memilih orang yang lebih baik untuk bersama, karena kita berpikir telah belajar dari kesalahan masa lalu.

Hal seperti ini disebut evolusi romantis, di mana kita memilih pasangan yang secara signifikan lebih baik daripada mantan kekasih terakhir untuk berkencan.

Namun, penelitian baru menunjukkan bahwa sampai taraf tertentu, kita sebenarnya tidak belajar banyak dan kita kemungkinan besar berpacaran dengan tipe orang yang sama berulang kali.

Kunjungan Wisman China Masih Terjun di Oktober 2019, Korea Selatan Meningkat 9,59 persen

Jalani Peran Antagonis Tak Mudah, Tanta Ginting Kerap Teriak di Lokasi Syuting

Juara di Hati! Juara Sejati! Ini yang Menjadi Kunci Bali United Champion di Liga 1 Musim Ini

Bagaimana itu bisa terjadi?

Penelitian dan tipe pasangan Sebuah penelitian yang dibuat oleh para psikolog yang berasal dari University of Toronto, menggunakan studi sembilan tahun di Jerman yang menganalisis ciri-ciri kepribadian individu, mantan kekasih, dan pasangan mereka saat ini.

Dalam laporan penelitian tersebut disertakan termasuk keterbukaan, neurotisisme, kesesuaian, ekstraversi, dan kesadaran.

“Temuan kami menunjukkan, bahwa ada konsistensi dalam kepribadian pasangan romantis seseorang, yang menunjukkan bahwa kita sebenarnya berpacaran dengan seseorang yang mirip dengan mantan kekasih,” kata Yoobin Park, yang bekerja pada penelitian tersebut.

Pedangdut Nella Kharisma Dituduh Selingkuh Lalu Lapor Polisi, Dicecar 20 Pertanyaan

Pemprov Undang 30 Investor, Paparkan Pengolahan Sampah Energi Listrik TPA Suwung

BMKG Beri Peringatan Dini Potensi Gelombang Tinggi di Empat Wilayah Ini

“Menurut saya, entah mereka berpikir soal memiliki tipe tertentu atau tidak, mereka cenderung berakhir berkencan dengan tipe orang yang sama, ” lanjutnya.

Lebih lanjut Park juga menambahkan, bahwa sebuah hubungan cenderung berakhir karena alasan yang seringkali tidak menyenangkan.

Ilustrasi Pacaran
Ilustrasi Pacaran (Tribun Bali/ Net)

Sehingga, tidak akan mengejutkan jika kamu akan merasakan frustrasi yang sama pada orang berikutnya yang kamu kencani, karena seringkali mereka adalah tipe yang sama, baik itu dari kebiasaan, sikapnya, dan sebagainya.

"Kemungkinan kamu akan menghadapi jenis konflik yang sama dan mengalami semacam keputusasaan dengan pasangan baru ini yang menyerupai mantan," kata Park.

Lahir Selasa Paing Watugunung, Cek Jatah Umur dan Peruntungannya di Sini

Ditarget 5 Besar dan Kini di Posisi Juara, Teco Layak Tangani Timnas di Piala Dunia U-20

Suyasa Pengeng, Dilaporkan Serobot Tanah Miliknya Sendiri

Meski demikian, masih ada hal positif dari hal ini.

"Salah satu implikasi dari konsistensi kepribadian pasangan yang kami identifikasi untuk pemeliharaan hubungan di masa depan adalah, bahwa setiap orang mungkin akan lebih baik dengan pasangan baru, sejauh mereka dapat mentransfer ‘keterampilan’ yang mereka pelajari dari hubungan mereka di masa lalu ke dalam hubungan baru," jelas Park.

Hal tersebut membuat Park percaya, bahwa berkencan dengan tipe orang yang sama beberapa kali sebenarnya dapat menyebabkan perubahan dan pertumbuhan pribadi yang positif jika kita menginginkannya dan mengusahakannya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengapa Kita Cenderung Berkencan dengan Tipe Orang yang Sama?"

Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved