Temuan Orok di Sanur

Bayi Perempuan Yang Dibuang di Pantai Matahari Terbit Diperkirakan Lahir Prematur, 5 Hari di Lautan

Orok tak berdosa ini ternyata diperkirakan sudah terapung di laut sejak sekitar 5 hari yang lalu.

Bayi Perempuan Yang Dibuang di Pantai Matahari Terbit Diperkirakan Lahir Prematur, 5 Hari di Lautan
Tribunnews
Ilustrasi mayat bayi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Warga Denpasar kembali dihebohkan dengan kasus pembuangan orok.

Kali ini, kasus orok dibuang terjadi dan ditemukan tertambat di bibir Pantai Matahari Terbit, Sanur, Denpasar, Bali, Rabu (4/12/2019).

Kondisi orok saat ditemukan sudah meninggal dunia dengan kondisi kulit membiru dan tanpa sehelai kain pembungkus satu pun.

Selain itu, tali pusar juga masih tampak utuh menggantung di perutnya.

Orok Dibuang di Pantai Matahari Terbit, Saksi : Kejadian Lagi Setelah Terakhir Pada 2006 Silam

Jenazah pun langsung dikirim ke Instalasi Forensik RSUP Sanglah untuk menjalani pemeriksaan luar.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, Kepala Instalasi Forensik RSUP Sanglah, dr. Dudut Rustyadi mengungkapkan fakta mengejutkan.

Orok tak berdosa ini ternyata diperkirakan sudah terapung di laut sejak sekitar 5 hari yang lalu.

Perkiraan waktu kematian orok ini menurut Dudut diperkirakan sudah terjadi sejak sekitar 5 hari sebelum ditemukan.

Artinya, bayi sudah dilarung atau dibuang ke laut sejak 5 hari yang lalu.

''Bisa kurang bisa lebih. Ya sekitar 5 hari tersebut,'' ungkapnya dikonfirmasi Tribun Bali.

Halaman
12
Penulis: eurazmy
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved