Temuan Orok di Sanur

Orok Dibuang di Pantai Matahari Terbit, Saksi : Kejadian Lagi Setelah Terakhir Pada 2006 Silam

Orok ini saat ditemukan sudah dalam keadaan tak bernyawa dengan kondisi membusuk dan kulit membiru.

Orok Dibuang di Pantai Matahari Terbit, Saksi : Kejadian Lagi Setelah Terakhir Pada 2006 Silam
dok/ist
Petugas mengevakuasi orok, tepat di depan Museum Le Meyeur, Pantai Matahari Terbit - Sanur, Denpasar, Rabu (4/12/2019). Saat ditemukan, bayi tanpa kain pembalut apapun dengan kondisi kulit membiru. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Orok ditemukan di Pantai Sanur, tepatnya di depan Museum Le Meyeur, Pantai Matahari Terbit - Sanur, Denpasar Selatan, Bali.

Informasi yang dihimpun dari BPBD Kota Denpasar, orok ini ditemukan pada Rabu (4/12/2019) sekitar pukul 06.40 Wita.

Orok ini saat ditemukan sudah dalam keadaan tak bernyawa dengan kondisi membusuk dan kulit membiru.

Parahnya, orok ini dibuang tanpa kain pembungkus apapun sehingga ditemukan dalam kondisi telanjang bulat dengan tali pusar masih menggantung di perutnya.

Hediyanto, penyewa jasa kano di sekitar lokasi kejadian mengatakan kejadian orok dibuang ini merupakan kali pertama setelah beberapa tahun silam tak lagi pernah dijumpai.

Kasus terakhir orok tak berdosa dibuang di lokasi wisata legendaris ini dijumpai sekitar pada 2006 silam.

''Dulu banyak yang buang (bayi, red) di sini. Terakhir itu 2006, udah gak pernah ada lagi. Sekarang ada lagi,'' katanya ditemui Tribun Bali di lokasi kejadian.

Hediyanto mengatakan, orok kali pertama ditemukan oleh petugas kebersihan setempat.

Orok ditemukan tertambat di bibir pantai yang ditumbuhi rerumputan.

''Saya baru datang waktu itu, dipanggil bu Jro nemu orok. Akhirnya saya angkat ke kantor Satpol Air dan panggil polisi,'' kata dia kepada Tribun Bali.

Ia memperkirakan, orok ini dibuang pada tengah malam hingga kemudian tertambat di bibir pantai pada pagi harinya.

''Jam-jam 3 pagi kan airnya pasang, jadi kemungkinan orok ini ketiup ke pinggir dan akhirnya tertambat,'' jelasnya.

Terpisah, Kepala BPBD Kota Denpasar Ida Bagus Joni Arimbawa mengatakan orok ini diperkirakan berumur kurang lebih satu hari.

''Dilihat dari kondisi tali pusar yang masih ada,'' ungkapnya dikonfirmasi.

Saat ini, orok sudah dievakuasi di Kamar Jenazah RSUP Sanglah untuk dilakukan autopsi. (*)

Penulis: eurazmy
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved