Pelaku yang Ditembak Kakinya Mengaku Merampok untuk Biaya Persalinan Istri

Alasan ekonomi selalu dijadikan alasan para pelaku kejahatan dalam melakukan aksinya.

Pelaku yang Ditembak Kakinya Mengaku Merampok untuk Biaya Persalinan Istri
tribun bali/ firizqi irawan
petugas kepolisian saat membawa pelaku yang ditembak petugas kepolisian pada Rabu (4/12/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pelaku pencurian dengan kekerasan yakni Arjuna Wiranata (25) asal Sumbawa Besar yang ditangkap dengan Heri Saputra seorang penadah di Denpasar masih didalami penyidikannya.

Dari hasil pemeriksaan Polsek Kuta Selatan, Arjuna mengaku istrinya kini sedang melahirkan dan dirawat di rumah sakit daerah tempat tinggalnya Sumbawa Besar.

Dia mengaku memerlukan biaya untuk menebus biaya kelahiran anaknya di rumah sakit tersebut.

Pekerjaannya yang tidak menentu membuat Arjuna kebingungan.

Sayangnya, dia melakukan jalan pintas dan melanggar hukum dengan melakukan aksi penyerangan terhadap seorang wisatawan asal Australia yang disertai dengan pembacokan dan perampasan ponsel.

Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan mengatakan bahwa pelaku nekat melakukan aksinya karena kebutuhan ekonomi.

"Motif korban karena kebutuhan ekonomi," lanjut Kapolresta Denpasar Rabu (4/12/2019).

Sebelumnya, Arjuna terlibat aksi perampokan dengan membacok korbannya yang warga negara Australia tiga hari lalu.

Kedua pelaku Arjuna sebagai eksekutor dan Heri sebagai penadah diringkus petugas Polresta Denpasar pada Senin (2/12/2019).

"Pelaku pembacokan kita amankan di Sumbawa Besar dan penadah kita amankan di Denpasar," ujar Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan ditemui rilis di depan Mapolresta Denpasar, Rabu (4/12/2019).

Halaman
12
Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Huda Miftachul Huda
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved