Perampok Bersenjata Parang Ditembak Saat Dibawa ke Jurang oleh Petugas Polresta Denpasar

saat mencari parang, pelaku disebut melakukan perlawanan dan dooorr.. peluru bersarang di kaki pelaku

Perampok Bersenjata Parang Ditembak Saat Dibawa ke Jurang oleh Petugas Polresta Denpasar
tribun bali/ firizqi irawan
petugas kepolisian saat membawa pelaku yang ditembak petugas kepolisian pada Rabu (4/12/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Aksi perampokan di parkiran Pantai Padang-Padang, Pecatu, Kuta Selatan, Badung, tiga hari lalu berhasil diungkap oleh tim gabungan Polsek Kuta Selatan bersama Satgas CTOC Polda Bali.

Pelaku yang berinisial HR ini memakai parang dalam melakukan aksi kejahatannya.

Dia digerebek petugas gabungan saat dalam persembunyiannya pada Selasa (2/12/2019) sekitar pukul 15.00 wita.

Pelaku bersembunyi di tempat kampung halamannya di Kampung Karang Awo, Desa Empang Atas, Kecamatan Empang Atas, Kabupaten Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat.

"Kami berhasil tangkap pelaku di Sumbawa usai melakukan pencarian selama 2 hari," ujar Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Ruddi Setiawan pada Rabu (4/12/2019).

Lebih lanjut dikatakan Ruddi, pelaku berhasil ditangkap setelah tim resmob Polsek Kuta Selatan menemukan handphone dari seorang penadah di Denpasar berinisial HR.

Pelaku sudah lama tinggal di Bali, dan selama setahun tahun terakhir diketahui tinggal di Jalan Raya Sesetan, Ceningan Sari, Gang Melati, Sesetan, Denpasar Selatan.

Setelah ditangkap, lalu dilakukan perkembangannya oleh kepolisian untuk mencari parang yang dibawa pelaku saat beraksi di parkiran Pantai Padang-Padang.

Rudi katakan parang yang digunakan untuk beraksi dibuang pelaku di jurang, tidak jauh dari lokasi kejahatannya tersebut.

Namun saat dilakukan pencarian parang di jurang tersebut, ternyata pelaku melawan petugas dan saat itu juga pelaku diberikan ditembak dan mengenai kaki kiri pelaku.

"Pelaku kita berikan tindakan tegas karena saat perkembangan barang bukti dia melakukan perlawanan dan lalu kita tembak," tambahnya.

Sementara itu, dikatakan Kombes Pol Ruddi Setiawan pelaku tidak memiliki pekerjaan dan bukan residivis.

"Pelaku tidak ada pekerjaan, pelaku berasal dari Sumbawa dan sudah sekitar satu tahun di Bali. Pelaku bukan residivis. Dia baru sekali beraksi," lanjutnya.

"Dari kasus ini kita kenakan Pasal 365 KUHP dengan ancaman maksimal 9 tahun. Penadah Pasal 480 KUHP," tutupnya. (*)

Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Huda Miftachul Huda
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved