Orok Bayi Terapung di Laut Selama 5 Hari, Polisi Kejar Orangtua Pembuang Bayi Perempuan Itu

Orok yang sudah meninggal dunia ditemukan di bibir Pantai Matahari Terbit, polisi kejar pembuang bayi perempuan itu

Orok Bayi Terapung di Laut Selama 5 Hari, Polisi Kejar Orangtua Pembuang Bayi Perempuan Itu
Tribunnews
Ilustrasi mayat bayi - Orok Bayi Terapung di Laut Selama 5 Hari, Polisi Kejar Orangtua Pembuang Bayi Perempuan Itu 

Usianya sekitar 7 bulan kandungan. 

Berat badan 1,37 kg dan panjang badan 37,5 cm.

"Artinya, bayi ini lahir prematur. Jika usia bayi kurang dari 7 bulan, itu artinya bayi lahir aborsi,'' ujarnya. 

Hediyanto, penyewa jasa kano di sekitar lokasi kejadian mengatakan orok pertama ditemukan petugas kebersihan setempat sekitar pukul 06.40 Wita.

Pura Agung Menasa di Sinabun Buleleng Direstorasi, Pekerja Temukan Gerabah Berukiran China

Ajakan Jorge Lorenzo ke Spanyol & Buka Bisnis di Bali, Nikita Mirzani Malah Dibuat Kaget Tagihan PLN

''Saya baru datang waktu itu, dipanggil Bu Jro nemu orok bayi. Akhirnya saya angkat ke Kantor Satpol Air dan panggil polisi,'' kata Hediyanto.

Kejar Pembuang Orok

Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan mengatakan, polisi kini mencari orangtua atau sang ibu yang tega membuang orok bayi tersebut.

Hal itu disampaikan  Ruddi Setiawan seusai menggelar pers rilis didampingi Kasat Reskrim Kompol I Wayan Arta Ariawan, Rabu (4/12/2019).

"Tim kami masih melakukan penyelidikan dan mencari siapa ibu yang telah membuang orok bayi tersebut," ujarnya.

Berdasarkan data KPA Bali, sepanjang tahun 2019 terjadi 10 kasus pembuangan bayi.

Halaman
1234
Penulis: eurazmy
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved