Sekolah Cukup Tiga Hari, Jam Pelajaran Hanya Tiga Jam, Usulan Kak Seto untuk Kurikulum Baru

Kak Seto mengusulkan sekolah cukup tiga hari, per hari hanya tiga jam pelajaran

Sekolah Cukup Tiga Hari, Jam Pelajaran Hanya Tiga Jam, Usulan Kak Seto untuk Kurikulum Baru
Tribun Bali/M Firdian Sani
Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto saat mengisi Seminar Pendidikan dan Kesehatan di Fortunate Chofe Bali, Jalan Gunung Soputan No 88x, Denpasar, Bali, Sabtu (26/10/2019). Sekolah Cukup Tiga Hari, Jam Pelajaran Hanya Tiga Jam, Usulan Kak Seto untuk Kurikulum Baru 

Sekolah Cukup Tiga Hari, Jam Pelajaran Hanya Tiga Jam, Usulan Kak Seto untuk Kurikulum Baru

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Sekolah Cukup Tiga Hari, Jam Pelajaran Hanya Tiga Jam, Usulan Kak Seto untuk Kurikulum Baru

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi (Kak Seto) mengatakan, dalam kurikulum baru yang sedang dirancang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim, sekolah cukup tiga hari saja.

Usulan itu disampaikan Kak Seto bukan tanpa dasar.

Sekolah tiga hari itu sudah ia uji coba selama 13 tahun di homeschooling miliknya yang ada di Bintaro, Tangerang Selatan.

"Nah kami sudah membuat percobaan sekolah selama 13 tahun ini. Sekolah seminggu hanya tiga kali. Per hari hanya tiga jam. Tapi lulusannya yang masuk kedokteran ada di UI, Gajah Mada, dan Undip. Kemudian USU dan Unhas. ITB IPB ada," kata Kak Seto di Mapolres Metro Jakarta Utara, Rabu (4/12/2019).

Kak Seto datang ke Polres Metro Jakarta Utara saat memberi pandangannya terkait tawuran maut di Sunter.

Adapun, polisi menetapkan tiga tersangka baru terkait tawuran yang berujung tewasnya Herly Suprapto (27) di Jalan Sunter Kangkungan, Sunter Jaya, Tanjung Priok.

Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini Kamis 5 Desember 2019: Aries Takut Kehilangan, Leo Ingin Putus

Pikirkan Lagi Keuanganmu Pisces, Taurus Dilanda Gelisah, Bagaimana dengan Nasib Zodiakmu Hari Ini?

Terkait usulannya memotong jam pelajaran sekolah, Kak Seto menilai anak-anak tak hanya berprestasi di bidang akademis.

Siswa-siswa binaannya di sekolah tersebut juga banyak yang jadi pengusaha hingga atlet yang sudah berlaga di kancah internasional.

Halaman
12
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved