Badan Anti-Doping Dunia Larang Rusia Ikuti Piala Dunia & Olimpiade, Sosok Inipun Langsung Berang
Rusia dibuat berang dan terkejut setelah menerima kabar Badan Anti-Doping Dunia (WADA) mengeluarkan keputusan bahwa Rusia dilarang mengikuti
TRIBUN-BALI.COM, - Rusia dibuat berang dan terkejut setelah menerima kabar Badan Anti-Doping Dunia (WADA) mengeluarkan keputusan bahwa Rusia dilarang mengikuti semua event olahraga selama 4 tahun.
Al hasil, Rusia pun langsung merespon melalui Perdana Menterinya Dmitry Medvedev dan menyebut hukuman itu merupakan bagian dari 'histeria anti-Rusia kronis'.
Seperti diketahui WADA memberikan sanksi tegas kepada Rusia setelah memanipulasi data laboratorium skandal doping.
Keputusan itu dibuat di kantor pusat Komite Olimpiade Internasional di Lausanne, Swiss, Senin (9/12/2019) waktu setempat.
Komite eksekutif Badan Anti-Doping menyimpulkan Moskow telah merusak data laboratorium dengan menanam bukti palsu dan menghapus file terkait tes doping.
Presiden Badan Anti-Doping, Sir Craig Reedie, mengatakan bahwa keputusan itu menunjukkan tekad untuk bertindak tegas dalam menghadapi krisis doping Rusia.
"Sudah terlalu lama, doping Rusia telah mengurangi olahraga yang bersih," katanya.
"Rusia diberikan setiap kesempatan untuk menyelenggarakan event olahraga dan bergabung kembali dengan komunitas anti-doping global untuk kebaikan atletnya dan integritas olahraga," Sir Craig Reedie menambahkan.
"Tetapi sebaliknya mereka memilih untuk melanjutkan sikap penipuan dan penolakannya," tuturnya.
Rusia memiliki waktu 21 hari untuk mengajukan banding, namun keputusan tersebut nampaknya bakal sulit.
Sebab, keputusan tersebut sudah dibuat oleh 12 anggota Komita Eksekutif WADA.
Dengan hukuman tersebut, berarti Rusia tidak akan bisa mengikuti ajang-ajang olahraga, antara lain Olimpiade Tokyo 2020 dan Piala Dunia 2022 di Qatar.
Namun, atlet-atlet Rusia yang mampu membuktikan bahwa mereka tidak bersalah bisa berkompetisi di bawah bendera netral.
Selain itu, timnas sepak bola Rusia juga akan tetap mengikuti Piala Eropa 2020 mendatang.
Sebab ajang itu digelar UEFA dan tidak dianggap sebagai event besar olahraga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/bendera-olimpiade.jpg)