Putu Randu, Peraih Medali Emas Sea Games 2019 Awali Karir sebagai Kiper di Perst Tabanan

Tim Bola Voli Putra Indonesia berhasil meraih medali emas setelah menumbangkan tuan rumah Filipina di ajang Sea Games 2019, Selasa (10/12/2019) malam.

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Keluarga Putu Randu berpose bersama sembari membawa sejumlah medali yang pernah diraih sebelumnya di rumahnya di Banjar Bongan Gede, Desa Bongan, Tabanan, Bali, Rabu (11/12/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Tim Bola Voli Putra Indonesia akhirnya berhasil meraih medali emas setelah menumbangkan tuan rumah Filipina di ajang Sea Games 2019, Selasa (10/12/2019) malam.

Salah-satu pemainnya adalah I Putu Randu Wahyu Pradana. Putra Bali dan merupakan salah-satu putra terbaik yang dimiliki oleh Banjar Bongan Gede, Desa Bongan, Tabanan.

Pria kelahiran Tabanan 15 Januari 1994 ini ternyata justru tak mengawali karirnya sebagai pemain voli, melainkan sebagai kiper di Perst Tabanan (Tim Bola Tabanan).

Ia mengawali karirnya sebagai atlet sejak duduk di bangku Sekolah Dasar sebagai penjaga gawang di Perst Tabanan (Tim Bola Tabanan). Namun kegiatannya di bidang sepak bola tak berlangsung lama.

Menginjak kelas VII SMP ia sempat beralih ke olahraga basket. Setelah berjalan ternyata ia juga tak terlalu betah dengan olahraga tersebut.

Hingga akhirnya, ayahnya I Nyoman Parwata (50) melihat potensi anaknya yang memiliki tinggi badan 184 sentimeter itu di dunia bola voli dan Randu pun setuju.

"Kebetulan saya waktu itu juga pelatih voli dan pengurus PBVSI Tabanan. Selain itu saya juga memang hobi di bola voli. Saya coba rekomendasikan Putu (Randu) untuk masuk ke voli," kata Parwata alias Pan Randu saat dijumpai di rumahnya, Rabu (11/12/2019).

Pan Randu melanjutkan, setelah masuk ke dunia voli Randu bersama ayahnya terus berlatih dan berlatih. Suatu saat, ayahnya mengajak Putu Randu untuk mengikuti latihan Porprov.

Namun karena di Tabanan dianggap stagnan, ia memilih untuk pindah ke Denpasar untuk ikut pelatihan di sekolah voli.

"Ketika berlatih di Denpasar, ia mulai fokus. Bahkan sempat ikut berlatih dengan timnas Putri yang saat itu sedang ekspedisi timnas ke Bali dan bermainnya di Klungkung," tuturnya.

Parwata melanjutkan, setelah pelatihan ada beberapa pengurus PBVSI justru tertarik dengan postur tubuh dari Putu Randu.

Pihak PBVSI Pusat juga tertarik dan menawarkan Putu Randu untuk ikut bergabung ke salah-satu club di Surabaya.

Namun, ia saat itu terbentur dengan jadwal ujian sekolah sehingga tak diizinkan oleh orangtuanya.

"Saat itu saya tak izinkan dia berangkat karena masih masa ujian. Setelah ujian baru saya izinkan," ucapnya. (mpa)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Ni Ketut Sudiani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved