Vakum Lima Tahun, Gecko Merasa Cukup dengan Format Trio
Band yang melejit lewat single hitsnya "Pasti Cemburu" dan sempat meramaikan ingar bingar panggung musik tanah air kini hadir dengan format trio.
Penulis: Putu Candra | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM - Setelah vakum selama lima tahun, Gecko akhirnya kembali hadir di belantika musik Nusantara.
Band yang melejit lewat single hitsnya "Pasti Cemburu" dan sempat meramaikan ingar bingar panggung musik tanah air kini hadir dengan format trio.
Bahkan band yang pernah didapuk membuka konser band internasional seperti Evanescence dan Paramore dan band besar nasional ini tengah menggarap single anyarnya, pascalima tahun vakum.
Tribun Bali pun sempat mendengar bocoran single anyar mereka.
Gecko yang dulu diawakili empat personel, kini memilih menjalankan roda musiknya bertiga (trio).
Dengan format trio, sedikit tidaknya mengubah konsep musik band yang dibentuk medio 2008 di single anyarnya.
• Tukad Badung di Kota Denpasar Bali Kini Semakin Indah, Dilengkapi Vertical Garden dan Mural
• Cuaca Buruk di Bali, Dua Warga Bangli Meninggal Dunia Tersengat Arus Lisrik & Terseret Arus Parit
Pula, ini untuk memaksimalkan format trio Gecko yang kini digawangi oleh Putri (vocal), Adi (gitar) dan Dwi (bass).
"Kami belum ada kepikiran untuk mencari personel lagi. Kami putuskan untuk jalan bertiga dulu. Kami ingin memaksimalkan format trio ini. Dengan bertiga, kami pikir masih bisa jalan. Mungkin kalau ada manggung, kami akan menambah additional player untuk mengisi posisi drum," ucap Adi.
Hadir dengan format trio, Gecko kini tengah menggarap single anyarnya versi akustik.
Single ini nantinya menjadi penanda kemunculan Gecko kembali di ranah musik Bali dan nasional.
"Untuk kemunculan awal ini, kami membuat single versi akustik. Single ini mengenalkan identitas Gecko yang sekarang dengan tiga personel. Dengan tiga personel, itu kenapa kami memilih membuat single dengan konsep akustik. Mungkin di single berikutnya kami akan menggandeng additional drum," tutur Adi.
Berbicara mengenai single anyar yang akan dirilis versi digital awal 2020 dan kini dalam proses mastering.
Adi mengatakan, single anyar didedikasikan untuk orang-orang terdekat Gecko, yakni keluarga dan para Geckomeo (sebutan fans Gecko) yang sedari awal hingga kini terus memberikan semangat serta mendukung hingga Gecko kembali bangkit.
"Single ini kami dedikasikan untuk orang-orang yang ada di sekitar kami yang masih mendukung Gecko. Keluarga yang paling dekat dan mendukung kami untuk bangkit kembali. Juga untuk pendengar Gecko yang dari dulu sampai sekarang masih setia memberikan dukungan. Ini sebagai ucapan terimakasih kami ke mereka," cetusnya.
• 2 Gol Berkelas Sulendra Buka Harapan Perseden Denpasar Ke Babak 16 Besar
• Ini Orang Paling Kaya Nomor Satu di Indonesia, Daftar Kekayaan Bos Djarum & BCA Capai Rp 224 Triliun
Dari sisi musikalitas di single anyarnya, kata Adi, ada sedikit perubahan. Ini tidak terlepas dari konsumsi musik masing-masing personel dan pengaruh perkembangan musik.
Namun dengan adanya perubahan, tidak menghilangkan karakter musik Gecko yang kental dengan warna pop rock alternatif.
"Pasti lah ada perubahan, tapi sedikit. Ada pembaruan dan musik kami sudah ada benang merahnya. Senyaman kami memainkan musik kami. Semua personel memberikan masukan dan ide. Mungkin di single berikutnya akan terlihat arah musik Gecko akan dibawa ke mana," katanya.
Setelah single anyarnya dirilis awal 2020 dan menjadi momentum bangkitnya Gecko, mereka pun sudah ancang-ancang merilis video lirik dan video musik single anyarnya. Ini adalah satu bentuk keseriusan dan pembuktian Gecko kepada publik musik tanah air.
"Tahun 2020 adalah moment kemunculan Gecko dengan sesuatu yang baru. Kami pun sudah ancang-ancang membuat video lirik dan video musik. Saya sudah memikirkan konsep video musik single anyar ini akan seperti apa," ucap pria yang juga berprofesi sebagai penata musik ini. (can)
Kembali karena Kangen
VAKUM selama lima tahun tergolong cukup lama bagi sebuah band.
Selama lima tahun itu, personel Gecko sibuk dengan keluarga serta pekerjaan masing-masing. Kini mereka memilih bangkit kembali, dilatari rasa kangen.
"Yang membuat kami bisa gabung lagi, karena kangen. Saya sendiri sering berkomunikasi dengan Putri ngobrol musik, tapi belum berbicara ke arah mau memunculkan Gecko. Tapi sudah ada semacam kode. Dan ini lah sekarang momen Gecko muncul kembali," ucap Adi.
Pemilik Twinbrother Sound System & Ligthing ini menceritakan, munculnya Gecko kembali, lantaran telah adanya ketersediaan waktu dari para personel.
Meski dari dulu mereka memendam hasrat untuk kembali membangkitkan Gecko.
• Single Astungakara Ada Jalan di YouTube Tembus 1 Juta Penonton, Ayu Saraswati Ungkap Kebahagiaan
"Memang dari dulu kami sebenarnya ingin main, tapi ya terbentur waktu dan pekerjaan.
Nah beberapa bulan lalu Putri sempat manggung bareng Rocket Rockers di Gianyar.
Lalu saya kirim pesan ke Putri. Di sana lah momennya. Saya menanyakan, apakah dia sudah ada waktu manggung lagi bareng Gecko. Putri pun mau.
Akhirnya kami sepakat main bareng di Gecko dan membuat sesuatu yang baru. Hanya saja sekarang ini kami formasinya bertiga," kata Adi.
Sepakat kembali gabung, rencana pertama yang dilakukan Gecko adalah membuat video live akustik singkat membawakan single "Pasti Cemburu".
Video ini pun kemudian diunggah di akun Instragram Gecko.
Dikatakan Adi, dibuatnya video tersebut semacam bentuk pengumuman jika Gecko kembali aktif di musik.
"Ternyata responnya bagus. Banyak teman yang menikmati karya kami sebelumnya, memberikan respon positif dan memberikan kami semangat untuk berkarya lagi. Dengan rentang waktu lima tahun kami tidak pernah manggung, dan tiba- muncul lagi. Responnya ternyata sangat bagus. Itu yang membuat saya kaget," ujarnya.
Mendapat respon yang bagus, kian melecut personel Gecko menggarap materi anyarnya dan masuk dapur rekaman.
Di sisi lain, Adi mengatakan, sempat diselimuti rasa pesimistis kala membangkitkan Gecko, tapi itu tidak berlangsung lama ketika video live akustik yang mereka unggah mendapat respon bagus.
"Itu kenapa kami di awal membuat video live akustik sederhana.
Untuk cek ombak, dan ternyata responnya luar biasa," katanya.
"Ke depannya jalani saja. Kami sudah berkeluarga dan ada usaha. Kami jalani sekaligus melihat respon publik terhadap karya kami. Kami tidak mau terlalu ambisius. Yang jelas kami fokus dulu dengan apa yang kami garap dan merencanakan di step berikutnya akan seperti apa," imbuh Adi.
Adi juga tidak mempermasalahkan jika Gecko kembali memulai perjalanan musiknya dari nol. Pengalaman terdahulu justru menjadi pelajaran bagi personel Gecko.
"Kami muncul mulai dari nol lagi. Tapi itu tidak menjadi masalah, karena dulu kami juga berangkat dari nol. Kami menikmati prosesnya dan pengalaman yang dulu kami jadikan pelajaran. Saya pribadi dengan munculnya kembali Gecko kian menambah warna baru di ranah musik Bali khususnya dan nasional. Band lama cuma ada sesuatu yang baru kami hadirkan. Format baru, packaging yang baru. Semoga Gecko bisa kembali meramaikan panggung musik," harapnya.
Gecko
Dibentuk 2008
Putri (vocal)
Adi (gitar)
Dwi (bass)
Single "Pasti Cemburu" 2009
Album mini "Jangan Bilang Siapa-Siapa" 2010
Album Penuh "Here We Are" 2012
CP : 081805456123
IG : @geckoband.official
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/putri-vokalis-gecko-saat-tampil-di-atas-panggung.jpg)