Pura Penataran Dadia Tangkas Kori Agung di Manggis Hangus Terbakar
Pura Penataran Dadia Tangkas Kori Agung di Banjar Tengah Selumbung, Desa Selumbung, Kecamatan Manggis, Karangasem, Bali, terbakar, Senin (16/12/2019).
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Ni Ketut Sudiani
TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Pura Penataran Dadia Tangkas Kori Agung di Banjar Tengah Selumbung, Desa Selumbung, Kecamatan Manggis, Karangasem, Bali, hangus terbakar, Senin (16/12/2019) siang hari.
Pelinggih Pura yang terbakar yakni meru tumpang 5, meru tumpang 3, dan pelinggih pangaruman Pura Penataraan.
Warga sekitar pertama kali melihat kobaran api di pura sudah menyala besar serta asap tampak tebal.
Warga berdatangan saat melihat api membumbung tinggi. Mereka mmbawa alat pemadam seadanya seperti ember serta menyambungkan selang ke lokasi untuk proses pemadaman.
Info dihimpun Tribun Bali, ada 5 sampai 7 warga yang berusaha memadamkan api. Sayangnya usaha tersebut tidak berhasil.
Api makin membesar dan terus menjalar tertiup angin kencang ke pelinggih lainnya. Mengingat atap pelinggih terbuat dari ijuk, kobaran api cepat merembet ke bangunan lain.
Kepala Dinas Pemadam dan Kebakaran (Damkar) Karangasem, Nyoman Tari mengatakan petugas Damkar Karangasem menerima laporan sekitar pukul 11.04 Wita. Sekitar 11 personil dan 4 armada diluncurkan ke lokasi kejadian. Penanganan dipimpin Kasi Dalops Penyelamatan.
"Penyebabnya belum diketahui. Kerugian materiil sekitar Rp 250 juta. Korban jiwa nihil. Air yang digunakan untuk pemadaman dan pendinginan sekitar 8 ribu liter. Jumlah personil ke lokasi kejadian sekitar 11 orang dan 4 armada," kata Tari, mantan Kepala DLH.
Ditambahkan, kasus kebakaran di Karangasem meningkat dibanding 2018. Hingga Desember 2019, kasus kebakaran mencapai sekitar 165 kasus.
Kejadian itu meliputi kasus kebakaran lahan, bangunan rumah, kios, hutan, pura, mobil, tempat pembuangan sampah (TPS), pohon, serta dapur masyarakat.
Rinciannya yakni kebakaran rumah dan dapur 40 unit, kios 8, gudang 5 unit, serta pura 6 unit.
Sedangkan kebakaran lahan sebanyak 49, kebakaran TPS sekitar 12 lokasi, kebakaran mobil 4 unit, pohon 5 kasus, hutan tiga kasus, dan sisanya kebakaran lainnya. Dari kasus tersebut yang bisa ditangani 32.
Nyoman Tari menjelaskan, meningkatnya kasus kebakaran dikarenakan kondisi alam. Kemarau yang panjang menjadi pemicu utama.
Pihaknya minta dan mengimbau warga agar tetap waspada dan tidak membakar sampah sembarangan di rumah untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan. (ful)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kebakaran-pura-di-karangasem.jpg)