PSN Ngada Tolak Sanksi Panitia Disiplin PSSI
Manajemen PSN Ngada sangat berkeberatan atas sanksi yang diberikan Panitia Disipin PSSI dalam kompetisi Liga 3 nasional
Penulis: Marianus Seran | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali mencoba menghubungi Direktur Kompetisi Liga 3 Nasional PSSI Rony Sihatril, Rabu (18/12/2019) pagi, namun belum direspon.
Pesan singkat yang dikirim melalui WhatsApp belum dibaca.
Namun di website resmi PSSI.org telah dipublikasikan imbauan agar PSN Ngada mematuhi keputusan panitia disiplin (Pandis) PSSI.
Imbauan itu diunggah 17 December 2019, pukul 10.16 malam.
Isi postingan tersebut yakni PSSI meminta PSN Ngada menghormati keputusan Panitia Disiplin Liga 3 Babak 32 Besar Nasional Grup F, yang memberi hukuman kepada PSN Ngada dengan kekalahan 0-3 dari Putra Sinar Giri serta pengurangan tiga poin.
• Eko Purdjianto Evaluasi Pemain Bali United Setelah Dikalahkan Arema FC
• 21 WBP Lapas Kerobokan Diusulkan Dapat Remisi Khusus Hari Raya Natal, 15 Diantaranya WNA
Hukuman ini diputuskan Pandis karena PSN Ngada dinilai terbukti melakukan pelanggaran Kode Disiplin dan Regulasi Liga 3 dengan memainkan pemain tidak sah di dalam pertandingan.
Masalah ini bermula, pada pertandingan Liga 3 Babak 32 Grup 6 antara Gaspa 1958 Palopo vs PSN Ngada, pemain PSN Ngada nomor punggung 14, yakni Kiken Mentinus Nikodemus Wea mendapatkan kartu kuning.
Namun, seusai pertandingan, PSN Ngada protes terhadap kartu kuning tersebut, karena pemain merasa tidak mendapatkan kartu kuning.
Menindaki protes tersebut, Match Commissioner melakukan konfirmasi ulang kepada wasit.
Wasit menegaskan kembali bahwa memang pemain tersebut menerima kartu kuning.
Dengan kartu kuning tersebut, pemain ini mendapatkan hukuman larangan bermain di pertandingan selanjutnya melawan Putra Sinar Giri, karena pada laga sebelumnya saat melawan PSIL Lumajang, pemain ini juga mendapat satu kartu kuning.
Akan tetapi, PSN Ngada tetap memainkan pemain tersebut, walaupun nama si pemain tidak masuk di Form Penetapan Pemain dan daftar susunan pemain.
Match Commissioner pada saat berada di ruang ganti dan lorong sudah mengingatkan kepada PSN Ngada untuk tidak memainkan pemain tersebut.
Setelah selesai pertandingan, Panitia Disiplin memutuskan penggunaan pemain tidak sah oleh PSN Ngada, dengan hukuman kalah 0-3 dan pengurangan tiga poin.
(*)
