Dewan Minta Pemkab Klungkung Lebih Bernyali, Blacklist Rekanan Penggarap Proyek Berkinerja Buruk

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta sempat menyoroti kualitas proyek di Pasar Bumbungan yang sangat buruk.

Dewan Minta Pemkab Klungkung Lebih Bernyali, Blacklist Rekanan Penggarap Proyek Berkinerja Buruk
istimewa
Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, melakukan monitoring dan evaluasi (monev) ke sejumlah proyek fisik di Klungkung, Bali, Rabu (18/12/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta yang sempat menyoroti kualitas proyek di Pasar Bumbungan yang sangat buruk, mendapatkan tanggapan dari anggota Komisi II DPRD Klungkung, Bali, I Gde Artison Andarawata. 

Ia meminta Pemkab lebih bernyali untuk berani blacklist rekanan berkinerja buruk.

"Sudah anggaran kami di Klungkung relatif kecil, banyak pembangunan yang bermasalah. Jangan terus-terusan seperti ini, blacklist saja rekanan yang kinerjanya buruk," tegas Artison Andarawata, Kamis (19/12/2019).

Ia menegaskan agar Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) tidak asal menerima pengerjaan dengan kualitas buruk. Kualitas harus sesuai dengan perencanaan, begitu juga dengan waktu pelaksanaan.

"Apa memang masalahnya ada saat pelaksanaan, atau memang saat perencanaan? Ini harus dievaluasi secara menyeluruh," tegas putra dari almahum maestro I Nyoman Gunarsa tersebut.

Khususnya proyek Pasar Bumbungan, menurutnya tidak ada alasan kualitasnya buruk seperti yang dikeluhkan Bupati Suwirta.

Terlebih secara Geografis, Bumbungan berada di Klungkung daratan dan secara mobilisasi pengiriman material juga relatif lebih mudah dibandingan dengan di Nusa Penida.

Tahun 2018 lalu, Dewan dan Pemkab sepakat melakukan blacklist terhadap beberapa rekanan yang tidak profesional yang mengabaikan pengerjaan fisik di Nusa Penida.

Selain itu, kondisi cuaca juga masih relatif bagus sehingga tidak ada alasan bagi rekanan untuk tidak menyelesaikan proyek dengan baik.

"Jika kualitas proyek seperti ini terus, bisa kacau jadinya. Kami akan evaluasi dan usulkan dinas untuk blacklist rekanan yang tidak profesional seperti itu," tegasnya.

Selain itu, ia juga mewanti-wanti agar pengawas tidak ada "main mata" dengan pihak rekanan.

"Kemungkinan pengawas 'main mata' dengan pihak rekanan selalu ada. Tahun 2020 nanti, kita di Komisi II yang membidangi hal ini akan lebih memperketat lagi masalah pembangunan fisik ini," tegas Andarawata.

Diberitakan sebelumnya, Bupati Klungkung melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) ke sejumlah proyek fisik, Rabu (18/12/2019).

Dari beberapa proyek yang dikunjungi, pihaknya pun menyoroti pembangunan pasar di Desa Bungbungan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung. Menurutnya kualitas pengerjaan proyek pasar tersebut sangat buruk. (mit)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ni Ketut Sudiani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved