5 Perilaku Remaja Yang Perlu Diwaspadai Orangtua
Tribunners, jika anak Anda telah memasuki usia remaja maka Anda perlu lebih memperhatikannya. Ini 5 Perilaku Remaja Yang Perlu Diwaspadai Orangtua
TRIBUN-BALI.COM - Tribunners, jika anak Anda telah memasuki usia remaja maka Anda perlu lebih memperhatikannya.
Saat masih berusia anak-anak mungkin anak Anda akan selalu mengadu jika menghadapi suatu masalah, namun ketika memasuki usia remaja anak tak selalu datang ke orangtuanya jika sedang mendapatkan masalah, sehingga sulit mengetahui apakah ia memerlukan bantuan atau tidak.
Membesarkan remaja memang harus siap menghadapi perubahan.
Hari ini ia mau diajak menemani ke mal, besoknya ia bahkan tak mau terlihat oleh temannya sedang bersama orangtuanya.
• Orangtua Tak Perlu Khawatir, Cegukan pada Bayi Bermanfaat Mendukung Perkembangan Otak
• 10 Gejala Gangguan Mental Pada Anak Yang Perlu Diwaspadai
• 10 Menit yang Berharga untuk Tumbuh Kembang Anak
Seringkali orangtua sulit membedakan apakah perilaku anak remajanya itu memang sifatnya atau ada sesuatu yang mengganggunya.
"Remaja merupakan periode perkembangan yang kompleks, jadi memang sulit untuk memastikan apakah anak sedang ada masalah. Tugas orangtua untuk menilai," kata Dana Dorfman Ph.D, yang sudah 25 tahun menjadi konselor anak dan orangtua.
Mengenali arti dari perilaku remaja akan membantu orangtua untuk memberikan dukungan dan tindakan yang tepat.
Berikut adalah 5 perilaku si remaja yang perlu diperhatikan orangtua:
1. Perubahan pola tidur
Pola tidur remaja memang berbeda dengan orang dewasa.
Mereka secara alami ingin tidur larut malam dan bangun siang.
Meski begitu, jika pola tidurnya berubah drastis selama beberapa minggu, itu merupakan tanda ia sedang depresi, insomnia, atau cemas.
2. Kehilangan minat pada aktivitas favoritnya
Hal yang normal jika anak ingin mengubah kegiatannya dari basket menjadi ikut klub drama, misalnya.
Yang harus diwaspadai jika anak terlihat menarik diri dari kegiatan atau sekolahnya.
Menurut Dorfman, itu bisa menjadi gejala dari beberapa gangguan seperti depresi, kecemasan, gangguan bipolar, bullying, atau gangguan perilaku dan pemusatan perhatian yang belum terdiagnosis.
3. Penggunaan zat berbahaya
Bila orangtua menemukan pil atau mencium alkohol dari nafas anak, kemungkinan besar ia memang menggunakan zat-zat berbahaya itu.
Untuk menentukan apakah ia sudah kecanduan atau belum, dibutuhkan observasi dan diskusi dengan anak.
"Anak remaja memang senang mencoba-coba, tetapi jika ia terlihat sering menggunakannya, itu adalah tanda bahaya," kata konselor bidang pemulihan kecanduan, Janice Morgan.
4. Menyakiti diri sendiri
Remaja yang menyakiti dirinya, misalnya menarik rambut, memotong rambutnya, juga merupakan tanda bahaya.
Waspadai jika anak mendadak jadi suka memakai baju lengan panjang walau cuaca panas, bisa jadi itu merupakan cara untuk menutupi luka di lengannya.
5. Gampang marah
Marah merupakan salah satu emosi yang sehat.
Baru jadi masalah jika kita tidak bisa mengontrolnya dan rasa marah itu menjadi kekerasan.
Lakukan ini Jika kita menemukan tanda-tanda itu pada si buah hati, jangan langsung menyerangnya karena anak akan bersifat defensif.
Ajak anak berbicara dan sampaikan bahwa kita memahami rasa sakit yang dihadapinya.
Lalu, dengarkan anak dan jangan langsung berkomentar atau menghakimi.
Dengan mendengarkan anak, kita akan mendapat gambaran yang jelas tentang dunianya.
Misalnya saja, anak merokok karena ia merasa hal itu membuatnya rileks.
Dari pengakuannya ini kita bisa membantunya mencari cara mengurangi stres dengan cara yang lebih sehat.
Jika anak tidak mau terbuka (hal ini sangat wajar) kepada orangtuanya, orang dewasa lain yang ia percaya, seperti pelatih atau gurunya, mungkin bisa membantu.
Katakan pada anak bahwa kita mengerti jika anak tidak mau menceritakan secara detil.
Sampaikan bahwa mereka harus bercerita jika perilakunya itu dapat menyakiti diri sendiri atau orang lain.
Jika situasinya tidak membaik, ajaklah anak bertemu dengan terapis yang kompeten.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "5 Perilaku Remaja yang Harus Diperhatikan Orangtua", https://lifestyle.kompas.com/read/2019/11/04/112000820/5-perilaku-remaja-yang-harus-diperhatikan-orangtua?page=all#page2.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-foto-remaja-putri.jpg)