Natal dan Tahun Baru

BPBD Bali Kerahkan Ambulans dan Tenaga Medis dalam Pengamanan Nataru

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali mengerahkan ambulans dan tim medis dalam Perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) kali ini.

BPBD Bali Kerahkan Ambulans dan Tenaga Medis dalam Pengamanan Nataru
Tribun Bali/Wema Satya Dinata
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Bali, I Made Rentin saat ditemui di Kantornya, Senin (22/4/2019) 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali mengerahkan ambulans dan tim medis dalam Perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) kali ini.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Bali I Made Rentin mengatakan, bahwa pihaknya menyiapkan ambulans dan tim medis itu di posko siaga BPBD.

Pembentukan posko tersebut sejalan dengan surat edaran dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Namun dalam pembentukan posko ini, BPBD Bali tidak sendirian, melainkan mensinergikan diri dengan posko induk yang dibangun oleh Dinas Perhubungan Provinsi Bali.

"Tentu kami tidak bisa mengakomodir semua, tentu bekerja sama atau berkolaborasi dengan BPBD kabupaten (dan) kota," kata Rentin saat dihubungi Tribun Bali, Rabu (25/12/2019).

Datangi Beberapa Gereja, Wabup Suiasa Pantau Persiapan Natal Tahun 2019

Proyek Besar Pindahkan Gelora Bung Karno ke Bali, Begini Nasib Stadion Dipta Nanti

Menurutnya, BPBD Bali sendiri menurunkan sebanyak empat ambulans yang diisi antara hingga enam orang tenaga medis.

"Tentu dibantu oleh BPBD kabupaten (dan) kota. Kota Denpasar armadanya lebih banyak. Kabupaten Badung armadanya lebih banyak dan termasuk kabupaten lain," kata dia.

Posko siaga BPBD perayaan Natal ini berada hampir di seluruh pelosok Bali, dari utara, barat seperti Gilimanuk, hingga penyeberangan Padang Bai di timur.

Intinya, kata Rentin, dalam kegiatan Natal dan Tahun Baru (Nataru) BPBD Bali dan kabupaten/kota bersama-sama ikut melaksanakan pengamanan Nataru.

Hal ini dilakukan dengan bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan terkait di bawah Dinas Perhubungan Provinsi Bali.

Kesaksian Penumpang Selamat Bus Sriwijaya : Kami Teriak-teriak, Belum Ada yang Tolong karena Malam

Olivier Giroud Ingin Amankan Posisi di Piala Eropa 2020, Siap Pertaruhkan Status di Chelsea

Di sisi lain, Rentin juga mengaku telah membuat surat tugas guna membentuk tim sejak tanggal 21 Desember lalu.

Dalam surat tugasnya itu, ia membentuk tiga tim, yakni untuk pagi, siang dan malam.

Tim tersebut bertugas untuk melakukan pemantauan dari satu posko ke posko lain, termasuk melihat situasi dan kondisi di tengah masyarakat.

"Ketika ada kejadian atau sesuatu yang perlu segera ditangani, maka itulah fungsi tim mobile. Tentu tetap bersinergi dengan stakeholder yang ada," jelasnya. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved