Breaking News:

Tanah Cenderung Labil, Bangli Tergolong Rawan Kebencanaan, dari Pohon Tumbang hingga Tanah Longsor

Sebuah pohon beringin berdiameter 60 sentimeter dilaporkan hampir tumbang, Kamis (26/12/2019).

istimewa
BPBD Bangli ketika melakukan upaya evakuasi material pohon tumbang di wilayah Banjar Buungan, Desa Tiga, Susut, Bangli, Bali, Kamis (26/12/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Sebuah pohon beringin berdiameter 60 sentimeter dilaporkan hampir tumbang, Kamis (26/12/2019).

Meski belum seutuhnya roboh, kondisi pohon itu menyebabkan masyarakat sekitar khawatir. 

Pelaksana tugas (plt) Kepala Pelaksana BPBD Bangli, I Wayan Teja mengungkapkan pihaknya menerima laporan kejadian pohon tumbang sekitar pukul 08.00 Wita.

Mendapati laporan tersebut, BPBD segera mendatangi lokasi untuk melakukan upaya evakuasi. Teja mengatakan, berdasarkan penelitian petugas tumbangnya pohon di wilayah Banjar Buungan, Desa Tiga, Susut itu disebabkan pengaruh hujan lebat yang terjadi Rabu (25/12/2019) sore hari.

“Selain karena faktor cuaca, tumbangnya pohon juga dipengaruhi faktor usia pohon,” katanya.

Teja mengungkapkan sejatinya pohon beringin itu belum tumbang seutuhnya dan menutup akses jalan sekitar.

Kendati demikian, pihaknya tidak menampik jika kondisi pohon tersebut membuat masyarakat sekitar khawatir bilamana roboh sewaktu-waktu.

Terlebih jika pohon itu roboh, lanjut dia, mengakibatkan aktivitas warga yang akan menuju lahan pertanian, maupun pemukiman akan terhambat.

Pasalnya batang pohon beringin akan menutup ruas jalan yang merupakan jalur vital untuk mengangkut hasil pertanian.

“Karenanya kami diminta melakukan evakuasi material pohon. Proses evakuasi dilakukan selama dua jam, dari pukul 09.00 Wita hingga pukul 11.00 Wita. Sebelum dilakukan evakuasi material pohon, masyarakat sekitar juga melakukan upacara untuk memohon keselamatan,” ungkapnya.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangli, I Ketut Agus Sutapa menambahkan, berdasarkan data terdapat sejumlah titik yang tergolong rawan kebencanaan utamanya pohon tumbang hingga tanah longsor.

Terlebih Agus tidak menampik jika sebagian besar wilayah Bangli memiliki tanah yang cenderung labil.

Ia menyebut, beberapa titik rawan longsor dan pohon tumbang khususnya di Kecamatan Bangli di antaranya jalan di Dusun Selati, Desa Bunutin, Bangli menuju Gianyar.

Begitupun di wilayah Jalan Kayubihi menuju Pucangan, wilayah Banjar Besanga Desa Pengotan menuju Banjar Padpadan, Desa Pengotan, wilayah Desa Pengotan menuju Desa Tiga, Susut, hingga jalur Kusumayudha, jalur Banjar Kawan menuju Penatahan, Susut.

“Untuk di wilayah Kecamatan Tembuku, berdasarkan pemetaan kami jalur Tembuku – Rendang, Karangasem itu yang tergolong rawan. Sedangkan wilayah Kecamatan Susut di antaranya jalur Demulih, jalur Desa Susut menuju Banjar Manuk, Desa Susut, serta wilayah Desa Pengiangan. Sedangkan di wilayah Kecamatan Kintamani, titik rawan longsor dan pohon tumbang diantaranya jalur Desa Bayunggede menuju Desa Belancan serta Jalur Kintamani menuju Singaraja,” sebutnya. (mer)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Ni Ketut Sudiani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved