Belum Ada Ambulance Laut, Petugas Satpol Air Siaga Bantu Warga Sakit di Pelabuhan Kusamba

Belum Ada Ambulance Laut, Petugas Satpol Air Siaga Bantu Warga Sakit di Pelabuhan Kusamba, berharap dapat melakukan pemerataan layanan kesehatan.

Belum Ada Ambulance Laut, Petugas Satpol Air Siaga Bantu Warga Sakit di Pelabuhan Kusamba
Istimewa
Foto istimewa : Seorang petugas kepolisian dari Satpol Air Polres Klungkung, saat ikut membantu warga sakit saat berlabuh di Pelabuhan Kusamba 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARPAURA - Seperti hari biasanya Satpol Air Polres Klungkung melaksankan pengamanan dan pengawasan terhadap kedatangan kapal yang hendak berlabuh di pelabuhan rakyat Kusamba.

Selain pengamanan, kepolisian dari Satpol Air Polres Klungkung ini juga memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Selain kami melaksanakan kegiatan pengaman dan pengawasan terhadap kedatangan kapal, kami juga memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan membantu Masyrakat saat turun dan naik dari kapal," ujar KBO Satpol Air Polres Klungkung, Iptu Gede Yasa, Senin (30/12/2019)

Karena belum adanya ambulance laut, Boat cepat pun menjadi satu-satunya alternatif yang paling efektif untuk mengangkut orang sakit yang menyebrang dari Nusa Penida ke Klungkung daratan dan sebaliknya.

Disisi lain, Petugas kepolisian pun harus disiagakan, untuk membantu pasien yang akan berlabuh di pelabuhan Kusamba untuk mendapatkan perawatan medis di Klungkung, Bali ataupun saat pasien hendak pulang ke Nusa Penida.

"Kewajiban kami juga, membantu pasien untuk turun dari boat. Karena polisi tidak hanya melakukan pengamanan, tapi juga kemanusiaan," ungkapnya.

Sementara pengadaan ambulance laut, sudah ditargetkan Pemkab Klungkung terealisasi tahun 2021 mendatang.

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta mengatakan, selama ini memang belum ada transportasi laut yang khusus untuk merujuk pasien dari Nusa Penida ke rumah sakit yang berada di Klungkung daratan.

Dengan keberadaan ambulace laut ini, pihaknya berharap dapat melakukan pemerataan layanan kesehatan antara Nusa Penida dan Klungkung daratan.

"Pelaksanaan pengadaan ambulan laut ini, harus sesuai dengan perencanaan. Saya berharap tahun 2021, ambulance laut ini sudah mulai beroperasi," ujar Suwirta.

Terlebih di Nusa Penida juga sudah beroperasi RS Pratama, yang nantinya pelayanannya bisa ditunjang oleh keberadaan ambulance laut.

" Saya juga berharap, ambulance laut ini bisa mengurangi tingkat kefatalan, saat merujuk pasien darurat dari Nusa Penida ke Klungkung daratan," harapnya.

Pengadaan ambulance laut ini diperkirakan akan menghabiskan anggaran mencapai Rp 2 Miliar. Spesifikaisnya, berupa kapal boat yang dilengkapi 2 bed, dan peralatan medis.

Biaya operasional dari ambulance laut ini pun, diperkirakan akan menghabiskan anggaran mencapai Rp 200 juta per tahun.

"Ambulance laut ini berperan sangat vital dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat Nusa Penida," ungkapnya. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved